Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan kajian terkait dengan potensi bencana hidrometerologi di Kota Ternate. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, Kota Ternate merupakan kota yang terletak di Pulau Gunung Api. Hal itu menjadikan Kota Ternate bukan hanya terancam bencana geologi, tapi juga bencana hidrometeorologi, khususnya hidrometeorologi basah seperti banjir bandang dan tanah longsor.
"BNPB akan mengkaji ulang. Sudah ada kajian sebelumnya, secara umum, tidak hanya di Kota Ternate, tapi BNPB sudah memetakan secara umum kajian risiko, kerawanan, bahaya, terhadap kabupaten/kota di seluruh Indonesia di laman Inarisk," kata Abdul dalam Konferensi Pers Bencana Banjir Bandang Rua di Kota Ternate - Maluku Utara, Senin (26/8).
Ia menyatakan, karena Kota Ternate merupakan daerah yang sudah terbangun, tentu upaya mitigasi yang dilakukan tidak bisa serta-merta dengan memindahkan satu Kota Ternate ke tempat lain. Namun, perlu ada upaya mitigasi lainnya.
Baca juga : 13 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Kota Ternate
Sebenarnya, lanjut Abdul, kondisi vegetasi di Pulau Gunung Api Gamalama di sisi atas dari Kota Ternate cukup rapat. Namun, kondisi intensitas hujan yang terjadi di dua hari terakhir cukup tinggi, sehingga kemampuan dari akar dalam vegetasi menyerap dan menyimpan air tidak sebanding dengan volume air yang turun, sehingga terjadi surplus karena kecuraman dari topografi Gunung Api Gamalama tinggi.
"Hal-hal seperti ini yang kami akan kaji ulang supaya bisa menentukan langkah mitigasi ke depan. Apakah perlu kita lakukan relokasi terbatas, apakah perlu kita tambahkan DAM, atau apapun bentuknya, ini akan kita kaji selama masa tanggap darurat berlangsung," ucap dia.
Selain itu, selama masa tanggap darurat, BNPB juga akan melakukan pemetaan guna melihat permasalahan apa saja yang ada di wilayah tersebut untuk bekal mitigasi di masa depan. Hal itu pun telah dilakukan BNPB saat bencana lahar dingin di Gunung Marapi beberapa waktu lalu.
"Relokasi terbatas pasti jadi salah satu opsi, namun dilihat pula opsi lainnya seperti mitigasi struktur ataupun mitigasi non-struktur," pungkas Abdul. (Z-8)
Bantuan berupa 2.000 tas sekolah dan 500 topi bagi anak-anak di Maluku Utara.
Kapal pesiar yang berbasis di Amerika itu membawa sebanyak 100 wisatawan mancanegara yang sebagian dari mereka berkunjung ke sejumlah tempat wisata sejarah di Kota Ternate.
Kegiatan itu terdiri dari kategori pelajar, umum, dan TNI-Polri, diikuti 318 peserta dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara dan HUT ke-80 TNI.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyelenggarakan bakti sosial yang diikuti 402 peserta.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Maluku Utara sejak Selasa (7/10) menghambat arus penyeberangan, menyebabkan penumpukan kendaraan dan keterlambatan distribusi logistik.
Pemilihan Ternate sebagai lokasi awal ajang ini dilandasi keyakinan Menpora bahwa wilayah ini memiliki banyak bibit unggul di bidang sepak bola.
Peneliti memperkirakan gunung Axial Seamount akan erupsi tahun 2026. Pasalnya inflasi gunung api mencapai 95% dari kondisi sebelum erupsi satu dekade lalu.
Pada musim gugur 2023, aktivitas gempa dan inflasi kembali meningkat indikasi adanya perubahan suplai magma di bawah permukaan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam aktivitas vulkanik berupa erupsi di Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Lampung.
Letusan Gunug Berapi Tonga ini menghasilkan gumpalan abu setengah ukuran Prancis.
Gunung api bawah laut Watirar terletak 1 km di sebelah utara gunung api bawah laut Hobal. Gunung api aktif ini berdekatan dengan gunung berapi Ile Werung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved