Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberkan penghargaan kepada komunitas dan instansi yang berkontribusi dalam program Kampung Iklim. Hal itu sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat di tingkat tapak lebih jauh lagi untuk mengendalikan perubahan iklim.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, sejak berjalan pada 2012, program Kampung Iklim menunjukkan progres yang sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari jumlah total lokasi proklim yang sampai Juli 2024 mencapai 10.113 lokasi kampung iklim.
“Program kampung iklim ini menjadi sepak terjang pekerjaan saya sejak menjadi menteri dan pekerjaan kita semua selama 10 tahun. Apa kemudian urgensi dan kepentingannya? Sejarahnya dari tahun 2011, dan pada tahun itulah gerakan-gerakan iklim di Indonesia, saya lihat berkembang. Sebelumnya di Eropa, Amerika dan sebagian di Kanada bergeraknya sudah dari tahun 2003. Sebelumnya lagi sudah dari tahun 1990-an, tapi mulai ramai soal iklim, karbon dari 2003,” kata Siti dalam acara Festival LIKE 2 di Jakarta Convention Center, Jumat (9/8).
Baca juga : KLHK Apresiasi Program Kampung Iklim 47 RW Proklim di Jakarta
Ia mengungkapkan, upaya masyarakat di tingkat tapak sangat penting, mengingat dampak perubahan iklim kian dirasakan. Mulai dari cuaca yang tak menentu hingga berpengaruh pada kalender tanam bagi para petani.
Dalam hal ini, kemudian perluasan lingkup proklim dimulai sejak tahun 2023 lalu. Di mana diluncurkan rekonseptualisasi proklim. Hal itu merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan dan mengembangkan proklim yang awalnya hanya terbatas pada unit-unit komunitas, berdasarkan wilayah administrasi. Namun, saat ini proklim telah melingkup berbagai macam aktivitas lingkungan, termasuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada lintas komunitas.
Pencatatan proklim terus dilakukan melalui website sistem registry nasional (SRN) yang dikelola oleh KLHK. Untuk penghargaan kampung iklim tahun 2024, jumlah lokasi kampung iklim yang mendaftar ialah 1.842 lokasi. Dari berbagai tingkatan administrasi. Sebaran lokasi telah banyak terbanyak di pulau Jawa, Sumatra bagian utara dan selatan, Kalimantan bagian selatan, SUlawesi bagian selatan dan Nusa Tenggara
Baca juga : Fantastis! Bupati Dadang Supriatna Kembali Raih Penghargaan Nasional dari KLHK
“Karena itu, program kampung iklim dari mulai disebut program kampung iklim pada tahun 2011, maka pada tahun 2022-2023, kita mengatakan bahwa ini bukan hanya soal satu side atau satu tapak di suatu tempat. Tapi ini persoalan secara keseluruhan, permukaan bumi, istilahnya lapisan biosfer dan atmosfer, itu adalah persoalannya. Jadi di situ ada hutan, di situ ada aktivitas lain, maka kita menyebunya menjadi program komunitas untuk iklim. Artinya, jadi lebih luas lagi, dan itu tanggung jawab kita semua,” beber dia.
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Laksmi Dhewanthi mengungkapkan, tahun ini tiga provinsi dengan usulan lokasi kampung iklim terbanyak ialah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.
:Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah berupaya melalui kerja keras dan kerja cerdasnya untuk mengimplementasikan dan mendorong komunitas-komunitas untuk melakukan aksi-aksi iklim di tingkat tapak,” ungkap Laksmi.
Baca juga : Menteri LHK: Parlemen Mitra Penting Pengendalian Perubahan Iklim
Proses penilaian proklim tahun 2024 dimulai sejak bulan Januari hingga April 2024. Dari 1.842 lokasi, melalui proses review dan verifikasi, terjading 522 lokasi sebagai nominasi proklim utama, dan 35 lokasi nominasi proklim lestari. Setelah melalui evaluasi, tim tekis dan verifikator dan dilanjutkan pembahsan dewan pengarah proklim, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
Penerima penghargaan kategori Tropi Lestari ada di 34 lokasi. Lalu penerima penghargaan kampung iklim kategori Tropi Utama 55 lokasi. Penerima penghargaan kampung iklim kategori sertifikat utama 416 lokasi. Penerima apresiasi pembina proklim tingkat provinsi sebanyak 10 instansi. Lalu penerima apresiasi pembinaan proklim tingkat kota 20 instansi. Peneirma apresiasi pembinaan proklim tingkat kabupaten 33 instansi. Penerima apresiasi pendukung proklim dua yayasan. Penerima apresiasi pendukung proklim empat perguruan tinggi, dan penerima apresiasi pendukung proklim 34 perusahaan. Para penerima penghargaan tersebut telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri LHK nomor 893 tahun 2024 tentang Penerima Penghargaan Kampung Iklim 2024.
“Pada kesempatan ini kami juga melakporkan rencana peluncuran buku dengan jduul Gerakan Akar Rumput Bunga Rampai Satu Dekade Proklim yang memuat perjalanan proklim sejak gagasan awal hingga pelaksanaannya sampai saat ini. Insya Allah diharapkan dapat pemicu dan pemacu semangat gerakan berbasis masyarakat untuk iklim dan untuk lingkungan hidup dan kehutanan,” pungkas dia. (H-2)
Festival ini mengajak pengunjung menjelajahi kekayaan budaya Bali melalui Pameran kuliner budaya yang interaktif di Bale Banjar.
Festival Sahabat Mangrove digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Dorongan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik kembali digaungkan melalui ajang AIA Vitality Live 2025.
Dalam sistem Muro, laut tidak hanya dipandang sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai ruang sakral yang menyimpan roh-roh leluhur.
GIFest 2026 akan menghadirkan 11 panggung, melibatkan lebih dari 1.000 pekerja seni, serta diperkirakan menyedot 50.000-100.000 pengunjung per hari.
Salah satu keistimewaan Alisfest tahun ini adalah hadirnya ruang inklusi bagi anak berkebutuhan khusus tampil story telling.
Penelitian terbaru mencatat lebih dari 5.000 mamalia laut terdampar di pesisir Skotlandia sejak 1992.
Studi terbaru di jurnal One Earth mengungkap 60% wilayah daratan Bumi kini berisiko, dengan 38% menghadapi risiko tinggi.
Banjir monsun telah menyapu bersih seluruh desa, memicu tanah longsor, dan menyebabkan banyak orang hilang.
Studi terbaru mengungkap populasi burung tropis turun hingga 38% sejak 1950 akibat panas ekstrem dan pemanasan global.
Dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca, beradaptasi perubahan iklim, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Perubahan iklim ditandai dengan naiknya suhu rata-rata, pola hujan tidak menentu, serta kelembaban tinggi memicu ledakan populasi hama seperti Helopeltis spp (serangga penghisap/kepik)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved