Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan audiensi dari Forum Komunikasi Keuchik Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh pada Senin (5/8). Kehadiran para Keuchik (Kepala Desa) itu dalam rangka Konsultasi Ketahanan Pangan Gampong (Desa) yang berlangsung di Ruang VIP AAC Dayan Dawood.
Para keuchik dari berbagai gampong (desa) yang hadis itu di antaranya adalah Saifuddin Keuchik Gampong Araih, Dzul Azdhar keuchik Geulumpang dan Rusyidi, S.Pd keuchik Blang Cut. Lalu Mukhli M. Ali keuchik Teumpen, Dedi Safrizal keuchik Meunasah Kandang, Mahdi Amni keuchik Arusan serta Nazarullah keuchik Tanjong Krueng.
Ikut hadir juga Yusmaini, S.TP selaku Konsultan Pendamping Desa Kecamatan Kembang Tanjong. Tujuan kedatangan mereka untuk meminta arahan, dan masukan akademisi USK terkait cara pengoptimalan pengelolaan Dana Desa untuk program ketahanan pangan gampong.
Baca juga : Kadis PMD Sulsel Tegaskan SE Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan tidak Wajib dan tidak Mengikat
"Bagaimana cara mengoptimalkan dana desa untuk program ketahanan pangan gampong, agar lebih membantu masyarakat dan perangkat desa dalam
meningkatkan ketahanan pangan yang ada di gampong," ujar salah seorang perwakilan keuchik.
Kunjungan pempin di tingkat desa itu diterima oleh Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK, Dr. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc, serta Koordinator Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi. Ada juga koordinator Kemahasiswaan (Ormawa) USK sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK, Dr. drh. Faisal Jamin, M.Si.
"Paling kurang ada tiga aspek harus diperhatikan dalam pengelolaan dana desa, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas
pendidikan dan peningkatan sosial," jawab kata Rahmat Fadhil, Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan USK.
Baca juga : Banggar DPR Dorong Kebijakan TKDD Topang Ketahanan Pangan
Adapun Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK, Dr. drh. Faisal Jamin menyatakan, pihaknya siap membantu gampong-gampong dalam rangka peningkatan ketahanan pangan. Itu seperti melalui kegiatan PPK Ormawa dan kegiatan pengabdian lainnya, dengan komitmen antara pihak gampong dan USK.
Pertemuan antara kepala desa di Aceh dan akademisi USK itu diwarnai tukar pikiran dan berbagi pandangan. Menurut para pimpinan yang berhubungan langsung dengan rakyat itu, selama ini program ketahanan pangan lebih berfokus kepada pengadaan atau pembangunan infrastruktur saja.
Karena itu pihak Forum Keuchik meminta saran, selain pembangunan infrastruktur apakah ada program lain mampu meningkatkan produktivitas
lahan pertanian yang tersedia di gampong tersebut.
Pihak USK tak lupa mengingatkan, bahwa pentingnya melihat potensi gampong terlebih dahulu sebelum menetapkan suatu program. Berikutnya perlu ada diskusi dan musyawarah yang mendalam dengan masyarakat gampong.
Itu untuk menentukan program yang relevan dan optimal agar dapat meningkatkan ketahanan pangan gampong. (H-2)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Sistem pengawasan yang berjalan saat ini sudah maksimal dan sudah dilakukan secara berlapis melalui jejaring Kemendagri dan perangkat daerah.
Ia menjelaskan, dana yang mengalir ke desa berasal dari dua sumber, yakni dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD yang porsinya mencapai 10% dari DAU dan DBH.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Seorang kepala desa nonaktif di Brebes, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi setelah dua tahun buron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved