Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK merupakan pihak paling terpapar pada pelayanan yang tidak perlu atau overtreatment di pelayanan kesehatan. Hal itu diungkapkan oleh pendiri Yayasan Orang Tua Peduli Purnamawati Sujud.
"Ada dua yang angka kunjungannya paling tinggi, yakni penyakit batuk pilek dan diare. Ini risiko overtreatment paling besar. Padahal, virus itu bisa sembuh sendiri," kata Purnamawati dalam acara Pentingnya Layanan Kesehatan yang Layak dan Tepat bagi Publik di Jakarta, Rabu (31/7).
Berdasarkan pengamatannya, sejak 2003 hingga 2024, overtreatment di fasilitas pelayanan kesehatan memiliki pola yang sama, yakni pemberian obat-obatan dan pelayanan yang tidak diperlukan. Ia menyebutkan sikap atau keputusan yang berlebihan dalam pelayanan kesehatan tidak akan menguntungkan dan risiko kesehatannya akan lebih besar daripada risiko manfaatnya.
Baca juga : Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas dan RS Masih Minim
Ia membeberkan di rumah sakit swasta pada 2003 hingga 2004 ada sebanyak 14 resep zat adiktif yang diberikan kepada anak-anak saat terjangkit batuk pilek. Di antaranya pun ada antibiotik. Lalu pada 2023, ada sebanyak enam zat adiktif yang diresepkan.
"Mungkin sekilas terlihat lebih baik, tetapi pilihan antibiotiknya lebih ngeri. Kalau di puskesmas masih pakai amoxcillin sekarang pakai cevixime, antibiotik yang seharusnya dieman-eman," kata dia.
Selain pada resep obat yang berlebihan, ia juga menyoroti banyak prosedur yang tidak perlu. Misalnya saja, rumah sakit sering kali menyarankan untuk melakukan tes tifus saat anak memiliki gejala batuk pilek.
"Kenapa harus periksa tifus? Kalau tifus tidak ada batuk pilek dan demamnya seperti anak tangga. Kalau tifus, anak demam lebih dari tujuh hari dan makin hari makin tinggi," beber dia. (Z-2)
Pemanfaatan teknologi digital dalam layanan JKN mencakup penggunaan Aplikasi Mobile JKN sebagai kanal utama layanan peserta, penerapan antrean online di fasilitas kesehatan
TIDAK hanya manusia, alam pun bisa murka. Kini luapan amarahnya membanjiri tiga provinsi di Indonesia tercinta.
Dengan rincian Aceh 13 rumah sakit dan 122 puskesmas, Sumatra Utara 18 rumah sakit dan 22 puskesmas dan Sumatera Barat 9 puskesmas.
Kemenimipas menutup kalender 2025 dengan sederet capaian strategis yang menandai semakin matangnya kementerian baru bentukan pemerintahan Presiden Prabowo.
BEROBAT di Malaysia semakin umum dilakukan masyarakat Indonesia. Layanan kesehatan yang lebih mumpuni dan canggih dengan biaya terjangkau menjadi beberapa alasannya.
MEMASUKI tahun ke-12 penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbagai capaian sudah diraih Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved