Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
COMMUNICATION in The Future atau CORE di tahun keempat pelaksanaannya telah menyelesaikan seluruh rangkaian acara dari kuliah umum, education games, call for abstract, sampai seminar nasional mulai 22 Maret yang lalu hingga 6 Juni 2024 dengan total kurang lebih 1.100 partisipan. Rangkaian acara tersebut didukung oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya dengan mengusung tema Empowering Urban Synergy For Future Growth dan tagline Beyond Boundaries, Take The Opportunities sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi, serta mahasiswa dalam penerapan ilmu komunikasi di masa depan.
Acara utama berupa seminar nasional di hari pertama, 5 Juni 2024, dengan moderator Fathiya Nur Rahmi, M.I.Kom., Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Jaya, dan diisi oleh Dr. Tria Patrianti, M.I.Kom., Aie Natasha, BSc., CSMP, Assoc. Prof. Dr. Edi Purwanto, S.E., M.M., M.M.T., M.H. dengan tema Urban Future: Environmental Quality and City Livability membahas tentang kaitan pembangunan berkelanjutan serta kualitas lingkungan pada masa depan.
Dilanjutkan dengan seminar nasional lain di hari kedua, 6 Juni 2024, bersama moderator Suci Marini Novianty, S.I.P., M.Si., dan pembicara Assoc. Prof. Fariz Darari, Ph.D., Dann Rizky, MBA., serta Assoc. Prof. Dr. Geofakta Razali berdiskusi tentang The Role of AI in Urban Communities terkait artificial intelligence memengaruhi berbagai sektor kehidupan misalnya edukasi hingga yang harus dilakukan untuk menggunakannya dengan baik.
Aie Natasha, BSc., CSMP, Founder sekaligus CEO dari Enable Project, mengungkapkan, "Untuk masyarakat umum, pentingnya kualitas kehidupan dimulai dari keseharian kita. Sebisa mungkin, praktik-praktik kecil tetapi nyata kita praktikkan."
Baca juga : Prof. Satryo: Pertumbuhan Teknologi Tidak Lagi Linear Tapi Eksponensial
Hal ini mendukung urgensi peningkatan kualitas hidup masyarakat urban. Perkembangan teknologi di sisi lain dapat digunakan untuk hal-hal tersebut.
"Penggunaan AI (artificial intelligence) tentu akan memfasilitasi masyarakat menjadi lebih urban. Hal ini memungkinkan fenomena seperti diversity yang lebih luas dapat menjadi salah satu tantangan yang dapat dibantu oleh AI dalam menjaga inklusivitasnya," papar Assoc. Prof. Dr. Geofakta Razali, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya.
Dr. Tria Patrianti, M.I.Kom., juga memuji kinerja panitia yang meninggalkan kesan baik acara. "Teman-teman di CORE 2024 perlu diapresiasi. Keren banget."
CORE merupakan acara tahunan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya dan dibantu kelola oleh Kelas Manajemen Acara KOM A Angkatan 2021. Acara ini berjalan sejak Mei 2021 dengan 946 peserta dan pada 2022 dengan peserta sebanyak 1.341 orang. Di tahun ini CORE berhasil menggaet kurang lebih 1.100 peserta.
Selain seminar nasional, Call For Abstract akan mengumumkan pemenang presentasi untuk melanjutkan penelitian mereka dan memiliki kesempatan untuk dipublikasikan pada e-proceeding CORE 2024. Informasi lain terkait CORE 2024 dapat diakses melalui Instagram @core.upj dan website www.core.upj.ac.id. (RO/Z-2)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Sebanyak 103 tim dari 33 universitas di seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi ini, mulai dari Universitas Indonesia, UGM, Unpad, hingga Universitas Negeri Surabaya.
ilmu komunikasi yang ia pelajari tidak hanya menjadi dasar berpikir, tapi juga mendukungnya dalam menjalankan peran dan tanggung jawab secara lebih matang dan terarah.
Hasil karya mahasiswa juga didorong untuk dipublikasikan ke media eksternal seperti melalui pameran.
Universitas Mercu Buana melakukan pengembangan keilmuan komunikasi terhadap isu global dan internasional.
Generasi penerus bangsa harus memiliki kemampuan memanage kehidupan, membangun koneksi dengan dunia, beradaptasi dan menciptakan sesuatu untuk terus bertumbuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved