Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MIGRAIN merupakan jenis sakit kepala yang terasa seperti berdenyut dan umumnya terjadi hanya pada satu sisi kepala. Kondisi ini dapat disertai dengan gejala seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap suara atau cahaya. Serangan sakit kepala ini dapat berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari.
Menurut data dari WHO, sekitar 30% dari populasi usia 18–65 tahun mengalami migrain.
Dr. Andre, Sp. N, seorang Spesialis Neurologi dari RS Pondok Indah menjelaskan migrain umumnya paling sering terjadi pada usia 20 hingga 32 tahun, "Dengan puncak kejadiannya pada usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia, kejadiannya cenderung menurun. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita, terutama terkait dengan perubahan hormonal pada usia reproduktif," ujarnya.
Baca juga : Dukungan Lingkungan Kerja Penting Bagi Penderita Migrain
Penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami, namun penurunan kadar serotonin dalam otak dapat berperan dalam pemicunya.
Beberapa faktor yang dapat memicu migrain antara lain perubahan hormon pada wanita, pola diet tertentu, paparan lingkungan seperti asap rokok, dan stres berlebihan.
Tahapan Migrain
1. Prodromal
Tahap sehari atau dua hari sebelum serangan, ditandai dengan perubahan suasana hati, keinginan khusus terhadap makanan, dan gejala lain seperti leher kaku atau konstipasi.
2. Aura
Fenomena neurologis yang muncul sebelum atau saat serangan, seperti gangguan penglihatan atau sensorik.
Baca juga : Disebut Disabilitas Tak Terlihat, Dokter Minta Jangan Anggap Enteng Migrain
3. Serangan Sakit Kepala
Sakit kepala berdenyut yang biasanya terlokalisasi pada satu sisi kepala, disertai dengan gejala seperti mual, sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau bau.
4. Resolusi
Setelah serangan, terjadi perubahan suasana hati dan kelelahan, meskipun gejala dapat bertahan hingga 24 jam.
Penanganan Migrain
Baca juga : Ini Alasan Perempuan Lebih Berisiko Terkena Migrain
Selain menggunakan pengobatan alami untuk migrain, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi gejalanya:
- Melakukan pijatan pada area pelipis dan kepala.
- Mengonsumsi minimal 2 liter air putih setiap hari.
- Mandi dengan air hangat.
- Mengompres area kepala dengan air dingin selama 15–20 menit.
- Menjaga pola tidur minimal 8 jam setiap hari.
- Menjaga pola makan teratur dan tidak melewati waktu makan.
Terapi akupunktur dan yoga juga dapat membantu mengurangi gejala serta mencegah kekambuhan. Penting juga untuk menghindari makanan pemicu migrain seperti ikan asap, daging olahan, dan makanan fermentasi seperti acar. (P-5)
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kondisi ini sering kali terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan mengonsumsi obat sakit kepala yang tersedia di apotek.
Thunderclap headache merupakan salah satu jenis dari sakit kepala sekunder yang dapat diakibatkan oleh pendarahan di otak karena ada infeksi di organ tersebut maupun selaput otak.
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu terbentuknya plak pada dinding arteri.
Berhenti minum kopi mendadak bisa memicu sakit kepala putus kafein yang terasa berat bahkan mirip migrain. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengurangi risikonya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved