Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Juni dikenal sebagai bulan Pancasila. Di bulan tersebut Indonesia memeringati hari lahirnya Pancasila tepatnya pada 1 Juni. Pancasila merupakan 5 prinsip dasar ideologi dan moral bangsa Indonesia.
Seiring perkembangan zaman, implementasi nilai Pancasila juga perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang sangat pesat.
Contoh nyata bahwa nilai Pancasila tidak tertanam saat beraktivitas di dunia digital adalah adanya tindak-tindak kejahatan yang melibatkan digital sebagai medianya, seperi judi online, penipuan, dan lain-lain.
Baca juga : Pancasila, Tantangan dan Diplomasi Global
Untuk mengingatkan kembali prinsip dan norma yang terkandung dalam Pancasila terhadap masyarakat dalam beraktivitas di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengadakan webinar Obral Obrol Digital bertema “Bulan Juni Bulan Pancasila, Apa Itu Budaya Digital” yang digelar secara daring pada Sabtu (15/6).
Jika dilihat dari proses terbentuknya, Pancasila merupakan produk dasar negara yang dibentuk oleh para pendiri bangsa. Memaknai sejarah terbentuknya Pancasila menjadi salah satu cara untuk dapat menanamkan prinsip dan norma Pancasila di dalam diri masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila memiliki prinsip yang kalau diterapkan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kita-kita sebagai anggota dari bangsa ini,” ujar Yosi Mokalu, Dewan Pengarah Siberkreasi yang menjadi salah satu pembicara dalam webinar tersebut.
Baca juga : Arti Lambang Pohon Beringin di Sila Ketiga Pancasila
Lebih dalam lagi, Pendiri Historia Indonesia, Asep Kambali menyebut Pancasila adalah aturan main setiap masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk saat beraltivitas di dunia digital.
“Kita di dalam hidup ini diatur dengan Pancasila dan Pancasila ini prinsip paling atas ideologi negara. Dia adalah acuan salam hidup. Sumber dari segala sumber hidup kita,” ujar Asep.
Seiring perkembangan teknologi, ruang lingkup kehidupan manusia semakin luas. Kapan saja, semua orang dapat berinteraksi dengan orang lain baik lokal, maupun mancanegara.
Dengan menanamkan nilai dan prinsip Pancasila dalam berbudaya digital, masyarakat Indonesia menunjukan jati diri bangsa kepada seluruh dunia.
Hal ini tentunya menjadi cita-cita para pendiri bangsa terdahulu yang ingin Indonesia dihormati, disegani dan bermatabat di mata dunia. (Z-6)
Sepanjang 2025, sektor ritel perangkat teknologi dan gaya hidup digital menunjukkan dinamika pertumbuhan yang relatif stabil.
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
SAAT memasuki masa Adven, kita diajak untuk berhenti sejenak dan mengambil jarak dari ritme hidup yang serba cepat.
TikTok Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan pengguna sepanjang 2025, seiring meningkatnya aktivitas dan tantangan di ruang digital.
Remaja saat ini lebih membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan untuk menavigasi kompleksitas ruang siber.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan sistem berbasis digital ini dirancang untuk mengunci data penerima sejak awal.
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved