Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA paralel atau multiverse adalah konsep dalam fisika teoretis yang menyatakan ada realitas lain di luar alam semesta yang kita kenal. Teori ini telah menjadi subyek penelitian dan spekulasi para ilmuwan selama beberapa dekade.
Para ilmuwan yang tertarik pada konsep dunia paralel telah mengembangkan berbagai teori dan hipotesis yang menarik. Salah satu teori yang terkenal adalah teori Many-Worlds Interpretation (Interpretasi Banyak Dunia) dalam mekanika kuantum.
Teori tersebut dikemukakan Hugh Everett, bahwa setiap kali terjadi pilihan atau keputusan, alam semesta bercabang menjadi realitas paralel di mana setiap kemungkinan terjadi. Dengan kata lain, setiap pilihan yang bisa terjadi, terjadi dalam realitas yang berbeda.
Baca juga : Hebat! Siswa Ini Raih Penghargaan di Singapore and Asian Schools Math Olympiad
Pembahasan dunia paralel ini tidak serta-merta ada begitu saja, sebab ternyata ada beberapa teori yang mendukung konsep dunia paralel ini, yang kebanyakan dari bidang fisika dan filsafat. Berrikut ini adalah beberapa teori lain yang mendukung adanya konsep dunia paralel:
1. Infinite Universe
Dalam teori ini, para ilmuwan tidak dapat memastikan seperti apa ruang-waktu di alam semesta ini, namun berasumsi bahwa ruang-waktu di alam semesta ini datar dan luasnya tidak terbatas.
Baca juga : Peneliti University of Michigan Gunakan AI untuk Terjemahkan Gonggongan Anjing
Namun, jika ruang waktu dapat bertahan selamanya, itu berarti ruang waktu dapat terulang kembali pada suatu saat, karena jumlah partikel terbatas yang dapat ditempatkan dalam ruang waktu tersebut.
2. Bubble Universe
Teori ini dikemukakan oleh seorang kosmolog bernama Alexander Vilenkin dari Universitas Tufts. Ia menjelaskan beberapa wilayah ruang waktu menggembung dan menjadi lebih besar, sehingga memungkinkan kita melihat ruang-waktu secara keseluruhan.
Baca juga : Prof Dadang Juandi: Tingkatkan Peran Meta-Analisis dalam Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Matematika
Dalam teori ini, alam semesta "lain" mempunyai hukum fisika yang sangat berbeda dengan alam semesta ini. Karena keduanya tidak saling terhubung.
4. Mathematical Universe
Teori ini mencatat bahwa ada struktur matematika yang dapat berubah tergantung di mana seseorang berada. Teori Mathematical Universe dikemukakan pada 2012 oleh Max Tegmark dari Massachusetts Institute of Technology.
5. Parallel Universe
Teori ini merupakan teori yang paling banyak dibicarakan mengenai konsep multiverse, karena menyatakan kehidupan manusia dapat terjadi baik di alam semesta ini maupun di alam semesta lain secara bersamaan.
Terlebih lagi, para ahli kuantum percaya bahwa alam semesta paralel atau dunia lain di alam semesta ini muncul setiap detik. Namun, masing-masing alam semesta ini tidak menyadari keberadaan alam semesta lainnya dan tidak dapat memastikan alam semesta mana yang "nyata".
Tim ilmuwan NASA pernah melakukan percobaan pada Mei 2020 di Antartika untuk mencari bukti keberadaan dunia paralel. Di dunia tersebut, hukum fisika bertentangan dengan hukum fisika di bumi.
Kemudian tim peneliti NASA menemukan partikel yang mungkin berasal dari dunia paralel melalui eksperimen yang mendeteksi sinar kosmik.
Studi tersebut dilakukan ilmuwan NASA yang menerbangkan alat bernama Antartic Impulsive Transient Antenna (ANITA) ke langit Antartika dengan balon udara. Perangkat tersebut kemudian bergerak secara konstan dan menemukan angin yang membawa partikel berenergi tinggi dari luar angkasa.
NASA menyebutkan partikel berenergi rendah dan bermassa mendekati nol sebenarnya dapat melakukan perjalanan melalui atmosfer dan mencapai bumi. Secara ilmiah, partikel berenergi tinggi tidak dapat melewati atmosfer karena dihentikan oleh partikel di atas bumi.
Artinya partikel berenergi tinggi hanya dapat dideteksi dari luar angkasa menuju Bumi. Namun, tim ilmuwan NASA berhasil mendeteksi partikel berat bernama neutrinos yang sebenarnya bergerak dari Bumi ke luar angkasa.
Temuan ini mungkin mendukung keberadaan dunia paralel. Hal itu karena partikel-partikel tersebut bergerak melakukan perjalanan mundur yang berlawanan arah terhadap waktu.
Selain itu, beberapa ilmuwan sedang mempertimbangkan kemungkinan adanha multiverse yang terdiri dari banyak alam semesta berbeda dengan potensi sifat fisik yang berbeda pula.
Konsep ini menarik karena dapat menjelaskan beberapa anomali fisika dan kosmologi yang sulit dijelaskan dengan satu model alam semesta.
Meskipun konsep dunia paralel masih berada dalam ranah spekulasi dan teori, penelitian terus mencari bukti empiris untuk mendukung atau mengesampingkan keberadaan dunia paralel.
Seiring dengan terus berkembangnya teknologi dan pemahaman ilmiah, mungkin suatu hari nanti kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep menarik ini. (Z-1)
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Tinta ini menggabungkan galium, logam yang padat pada suhu ruangan tetapi meleleh tepat di bawah suhu tubuh 98,6 derajat Fahrenheit atau setara dengan 37 derajat Celsius
Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, kira-kira secepat kuku manusia tumbuh.
Jam di Mars akan berjalan sedikit lebih cepat daripada di Bumi. Perbedaan ini disebabkan oleh dua faktor utama di tata surya.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved