Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING berjalannya waktu, dunia medis semakin berkembang dalam menangani pengobatan. Salah satu inovasi yang terbaru adalah pengobatan dengan metode artroskopi. Melalui teknik ini, penyakit sendi yang diderita pasien akan lebih mudah untuk pulih karena pembedahan dilakukan dengan invasi minimal.
Lewat diskusi kesehatan yang digelar Kamis (29/2), Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR Indrajana, Liauw Roger Leo, mengungkapkan dampak positif dari teknologi ini. Artoskopi telah membuktikan kemampuannya dalam mempercepat proses pemulihan pasien dengan masalah persendian.
"Metode ini memungkinkan pembedahan minimal invasif pada sendi, membantu pasien untuk sembuh lebih cepat," ungkap Roger, Kamis (29/2).
Baca juga : Yandex Hadirkan Teknologi Pemantau Penyebaran Abu Vulkanik
Ia juga menuturkan berdasarkan data dari Amerika Serikat (AS), setiap tahunnya terdapat 1,7 juta penanganan menggunakan metode Artroskopi di bahu, 750 ribu di lutut, dan 1,5 juta penanganan syaraf kejepit.
Di Indonesia, klinik-klinik kesehatan terkemuka dan rumah sakit besar lainnya telah mengadopsi teknologi ini. Hal tersebut memberikan pilihan pengobatan yang lebih canggih bagi masyarakat. Teknik ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp40 juta yang disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien.
Selain itu, Artroskopi bukan hanya sekadar pilihan pengobatan, namun juga sebuah solusi terbaik bagi para atlet yang rentan terhadap kerusakan sendi.
Baca juga : TCL Sukses Raih 30 Penghargaan di Consumer Electronics Show (CES) 2024
Roger menyoroti jenis pekerjaan dan aktivitas olahraga tertentu, seperti atlet, tentara, dan polisi, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada sendi selain itu ada juga faktor risiko lainnya meliputi jenis kelamin dan berat badan.
“Pada perempuan, masalah sendi cenderung lebih rentan terhadap masalah lutut, sedangkan laki-laki faktor resiko pekerjaan besat menjadi pemicu utama. Selain itu, obesitas juga dapat menjadi penyumbang kerusakan sendi,” jelasnya.
General Manager Klinik Utama Dr.Indrajana, Susi Anggraini, juga menekankan keunggulan metode Artroskopi dalam hal risiko dan penyembuhan.
Baca juga : Mengintip Teknologi Terkini di MWC 2024
"Artroskopi memiliki risiko rendah dan proses penyembuhan lebih cepat karena sayatan kecil. Sehingga pasien tidak perlu merasa takut untuk memeriksakan permasalahan sendi yang dialaminya," jelasnya dengan antusias.
Dengan jumlah operasi Artroskopi yang terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, teknologi ini menawarkan solusi cepat dan efektif bagi masalah sendi.
Sebuah inovasi yang membawa dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Artroskopi tidak hanya menjadi tren medis, tetapi juga merupakan tonggak sejarah dalam perawatan ortopedi modern. (Z-1)
Jenis susu murni dapat aman untuk penderita diabetes apabila dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
AJAKLAH lebih banyak orang untuk peduli pada kesehatan tulang, sendi, dan tubuh secara menyeluruh. Bukan hanya ketika masalah datang baru peduli, tetapi dimulai sedini mungkin.
KEBIASAAN membawa tas hanya di satu sisi bahu sering dianggap praktis dan menambah gaya, namun jika dilakukan terus-menerus, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Lutut adalah salah satu sendi terpenting dalam tubuh manusia. Sayangnya, banyak orang mengabaikan kesehatan lutut hingga akhirnya muncul rasa nyeri.
Dokter spesialis ortopedi konsultan sendi, Andra Hendriarto, Sp.OT (K), mengingatkan pentingnya mengenali gejala nyeri pinggang yang sebaiknya tidak diabaikan
LUTUT merupakan salah satu sendi terpenting dalam tubuh, tetapi juga termasuk yang paling rentan. Berikut panduan praktis untuk merawat lutut Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved