Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi hujan ringan hingga lebat masih mengintai sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir hingga 28 Februari 2024. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.
Prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG menunjukkan hujan dengan intensitas bervariasi masih dapat terjadi hingga awal Februari 2024. Kondisi ini dipicu beberapa faktor.
Aktivitas monsun Asia, yang disertai dengan potensi serbuan udara dingin, mempengaruhi peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem hingga 1 Februari
Aktivitas gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah turut memicu pembentukan awan hujan.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di selatan ekuator juga merupakan dampak dari penguatan angin monsun Asia.
Selama periode ini, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah-daerah yang termasuk dalam prediksi ini meliputi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Cuaca pada periode ini diprediksi akan cenderung berawan hingga hujan ringan di wilayah Jabodetabek. Meskipun demikian, perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya hujan lebat dan angin kencang sesaat di beberapa wilayah seperti sebagian Tangerang, Kabupaten Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Berdasarkan pemantauan prediksi pasang surut, terdapat potensi terjadinya banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Pada tanggal 29 Januari 2024, potensi rob terjadi di pesisir Kalimantan Barat, sementara pada tanggal 29 hingga 30 Januari 2024, potensi rob terdapat di pesisir Maluku Utara.
Selain itu, terdapat juga potensi gelombang tinggi di wilayah Indonesia dengan ketinggian lebih dari 1.25 meter pada tanggal 29 Januari 2024. Gelombang tinggi tersebut terjadi di berbagai daerah, termasuk selat, perairan, dan laut di sepanjang wilayah Indonesia. Misalnya, kategori sedang (1.25 - 2.5 meter) terjadi di beberapa daerah seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra, dan Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan. Sementara itu, kategori tinggi (2.5 - 4.0 meter) terjadi di beberapa wilayah seperti Laut Natuna Utara, Laut Maluku bagian utara, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.
BMKG menekankan kepada masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir, serta angin kencang dalam satu pekan ke depan.
Wilayah-wilayah dengan topografi curam dianggap rawan terhadap bencana alam seperti longsor dan banjir. Ancaman cuaca ekstrem ini juga dapat menyebabkan masalah lain seperti jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.
Dalam situasi ini, BMKG mengimbau agar semua pihak memperhatikan peringatan dini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem tersebut. (Z-3)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved