Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BERTEPATAN dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional 2023, Kuswanto mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo karena telah aktif menjadi Guru Penggerak sekaligus peraih Juara 1 Guru Dedikatif SD tingkat nasional.
Kuswanto adalah guru SD Negeri Kayumpia Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini telah mengajar selama 30 tahun, di daerah yang masuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia.
Apresiasi Guru Dedikatif ini diraih Kuswanto berkat perjuangan yang gigih dan tidak mudah untuk meningkatkan literasi siswa-siswi di daerah 3T ini.
Baca juga: Primaya Hospital Bekasi Barat Gelar Kegiatan Mini MCU untuk Para Guru di Bekasi
Dengan dilatarbelakangi dengan masih banyaknya siswa-siswinya yang belum lancar membaca, Kuswanto memiliki gagasan mendirikan Gubug Baca.
Setiap pulang sekolah Kuswanto memberikan tambahan pengajaran literasi membaca di Gubuk Baca untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung.
Tidak jarang ia akhirnya mengantarkan siswa-siswinya pulang ke rumah masing-masing, karena letak sekolah yang jauh dari pemukiman warga.
Baca juga: Iluni UI dan Sayap Dewantara Gelar Pelatihan untuk Guru dan Kepala Sekolah di Sumedang
Selain itu, Kuswanto melakukan pendekatan positif dengan orang tua murid, serta mengajak orang tua murid untuk mendukung aktivitas belajar anak-anaknya.
Pada tahun 2021, Kuswanto juga terpilih menjadi Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) dari Nyalanesia.
Ia menyampaikan apa yang dilakukan ini juga merupakan panggilan hati karena selain masih banyak siswa yang belum lancar membaca, juga merasa memiliki tanggung jawab yang besar setelah menjadi SPL Nasional.
Baca juga: UNJ Beri Penghargaan Kepada Guru Berdedikasi
“Setelah saya menjadi SPL Nasional, saya mengemban tanggung jawab yang besar. Kenapa saya hanya di kota saja? Sedangkan masih banyak anak-anak di pelosok yang belum bisa membaca,” ujar Kuswanto.
Selain itu, di tahun 2022 Kuswanto juga telah berhasil memfasilitasi ribuan siswa dan guru di Kabupaten Sigi untuk belajar, berkarya dan mengembangkan literasinya melalui Festival Literasi Sigi 2022 yang diselenggarakan oleh Nyalanesia dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi.
Bekerja dengan Tulus Hati
Sebagai penggerak literasi Nyalanesia, Kuswanto juga menyampaikan pesan bagi seluruh guru yang telah berkontribusi mengembangkan literasi anak didiknya.
“Sebagai seorang yang diberikan takdir oleh Tuhan untuk menjadi pelita dalam kegelapan, guru harus terus semangat memberikan ketulusan hati, kebesaran jiwa untuk membimbing anak-anak," jelas Kuswanto.
"Ingat, guru mungkin bukanlah orang hebat, namun guru yang akan melahirkan orang-orang hebat,” pungkasnya. (S-4)
ARTIKEL Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI dan pengusul RUU tentang Perbukuan, di Media Indonesia (14/8), mewakili kegundahan para pelaku perbukuan tentang suramnya dunia buku di Tanah Air.
Melalui podcast tayangan langsung di YouTube selama 25 jam nonstop, program ini mengupas beragam tema literasi keuangan digital, khususnya mengenai pinjaman daring yang sehat dan legal.
"BBW hadir tidak hanya sebagai bazar buku terbesar, tapi juga sebagai gerakan untuk menghadirkan buku berkualitas dengan harga terjangkau bagi semua kalangan,"
NCC 2025 menggandeng Gerakan Pemuda Ansor sebagai mitra strategis dalam memperluas literasi dan kesadaran keamanan siber hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Literasi keuangan bukan hanya penting di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat di daerah-daerah.
Berdasarkan survei Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) 2023, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap memasuki masa pensiun
Usulan telah melalui pembahasan bersama Komisi X DPR RI.
Penggunaan sekaligus pemahaman bahasa isyarat sangat penting.
Sinergi yang kuat antara guru dan orang tua akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi perkembangan siswa.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pentingnya upaya Partisipasi Semesta.
Menurut Lestari, penting mengedepankan upaya membangun 'jembatan' antara kesehatan jiwa dan kesehatan otak dalam konteks sebuah kebijakan.
KESEHATAN mental sering menjadi bahan seminar, tetapi jarang menjadi agenda nyata di ruang-ruang rapat sekolah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved