Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA dua hal yang kita rasakan dalam kehidupan dunia ini. Kadang kala kita menemukan kenikmatan dan saat lain kita menerima musibah yang menyedihkan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 79.
Bagaimana penjelasan atau tafsir Surat An-Nisa ayat 79 tentang kenikmatan dan musibah? Berikut pemaparan Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri, Jawa Timur.
مَّاۤ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةࣲ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَاۤ أَصَابَكَ مِن سَیِّئَةࣲ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولࣰاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِیدࣰا
Maa ashaabaka min hasanatin fa minallaahi wa maa ashaabaka min sayyi atin fa min nafsik, wa arsalnaaka lin naasi rasuulaa, wa kafaa billaahi syahiidaa.
Baca juga: Tafsir Al-Fatihah Ayat 5 terkait Ibadah dan Meminta Pertolongan
Semua yang menimpa kamu berupa nikmat, itu dari Allah. Dan semua yang menimpa kamu berupa musibah, itu balasan dari perbuatan buruk kamu. Dan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai rasul (penyampai risalah) dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Kita bahas potongan ayat pertama.
مَّاۤ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةࣲ فَمِنَ ٱللَّهِۖ
Semua yang menimpa kamu berupa nikmat, itu dari Allah.
Baca juga: Tafsir Ali 'Imran 73: Bantah Bani Israil, Karunia Kenabian Milik Allah
"Makna lafaz حسنة dalam ayat ini ialah نعمة atau kenikmatan. Karenanya, makna ayat ini ialah semua nikmat yang diperoleh manusia merupakan fadl (karunia) yang Allah berikan kepada manusia," jelas Asyari.
Alasannya, dalam akidah ahlussunnah wal jamaaah, tidak ada sesuatu yang wajib bagi Allah.
Baca juga: Tafsir Shad Ayat 75-76: Iblis Tolak Sujud kepada Nabi Adam
Berikut potongan ayat kedua.
وَمَاۤ أَصَابَكَ مِن سَیِّئَةࣲ فَمِن نَّفۡسِكَۚ
Dan semua yang menimpa kamu berupa musibah, itu balasan dari perbuatan buruk kamu.
Baca juga: Tafsir Adz-Dzariyat Ayat 47: Allah tidak Punya Tangan
Makna lafaz سَیِّئَةࣲ dalam ayat ini ialah مصيبة atau musibah. Karena itu, makna ayat ini ialah musibah yang menimpa manusia merupakan balasan dari perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia. Perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia dibalas oleh Allah dengan musibah.
Karena itu, jika seseorang diterpa musibah, hendaknya dia segera muhasabah (introspeksi diri) dan bertobat kepada Allah ta'ala.
Asyari memberikan sejumlah catatan terkait ayat itu. "Makna ayat ini bukanlah bahwa kebaikan itu ciptaan Allah, sedangkan keburukan itu ciptaan manusia sendiri," paparnya.
Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 256: Tidak Ada Paksaan dalam Agama
Itu karena dalam ayat lain Allah telah menegaskan bahwa Allah ialah pencipta segala sesuatu.
Allah ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ra'd ayat 16:
قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَیۡءࣲ
Katakanlah, Allah itu Pencipta segala sesuatu.
Baca juga: Tafsir Al-Hadid Ayat 22: Musibah sudah Tercatat di Lauh Mahfuzh
Dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa Dia juga pencipta keburukan. Allah ta'ala berfirman dalam Surat Al-Falaq ayat 2:
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung dari keburukan sesuatu yang telah Allah ciptakan.
Baca juga: Tafsir Al-Maidah Ayat 64: Orang Yahudi Anggap Allah Kikir
Kayakinan bahwa Allah hanya menciptakan kebaikan dan tidak menciptakan keburukan ialah akidah qadariyah. Keyakinan seperti ini serupa dengan keyakinan Majusi. Mereka mengatakan bahwa tuhan itu ada dua, yaitu tuhan cahaya yang menciptakan kebaikan dan tuhan kegelapan yang menciptakannya keburukan.
Karena itulah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menamakan kelompok qadariyah dengan majusi. Beliau bersabda:
الْقَدَرِيَّةُ مَجُوسُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِنْ مَرِضُوا فَلَا تَعُودُوهُمْ وَإِنْ مَاتُوا فَلَا تَشْهَدُوهُمْ
Kaum qadariyah ialah majusinya umat ini. Jika mereka sakit, jangan kalian jenguk. Dan jika mereka mati, jangan kalian iringi jenazah mereka. Hadis riwayat Abu Dawud.
Baca juga: Tafsir Al-Fath Ayat 10: Baiat Nabi Muhammad dengan Sahabat
Ada persamaan dan perbedaan antara kebaikan dan keburukan. Persamaannya ialah keduanya terjadi dengan ciptaan, iradah (kehandak), dan qudrah Allah.
Perbedaannya bahwa kebaikan itu diperintahkan, diridai, dan dicintai Allah. Sedangkan keburukan tidak diperintahkan, tidak diridai, dan tidak dicintai oleh Allah ta'ala.
Berikut potongan ayat ketiga
وَأَرۡسَلۡنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولࣰاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِیدࣰا
Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Baca juga: Takwil Allah Lebih Dekat kepada Manusia daripada Urat Lehernya
Ayat ini menjelaskan bahwa tugas Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ialah menyampaikan (tabligh) risalah (sebagai Rasul) kepada umat manusia, bukan menciptakan hidayah di hati mereka. Ini karena Allah-lah pencipta hidayah di hati manusia.
Dan Allah ta'ala mengetahui bahwa Rasulullah telah bersungguh-sungguh dan tidak teledor dalam menyampaikan risalah tersebut. Demikianlah tafsir singkat Surat An-Nisa ayat 79. Semoga bermanfaat. (Z-2)
Kegiatan validasi ini melibatkan para ulama, akademisi, seniman serta pegiat budaya. Nantinya, usai proses validasi ini selesai, akan berlanjut pada proses pencetak.
Keberhasilan penyelenggaraan STQH harus memenuhi lima parameter utama,
MUKJIZAT Al-Qur'an tidak hanya terkait dengan kisah masa lalu sebelum kedatangannya, tetapi juga prediksi masa depan ketika itu seperti kemenangan umat Islam dan Romawi.
MUKJIZAT Al-Qur'an kali ini tentang informasi selamatnya tubuh Firaun yang menentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Langsung saja klik artikel ini untuk lebih jelasnya.
NABI Shalih dan Nabi Hud diutus Allah kepada kaum Ad dan Tsamud. Ini cukup banyak dibicarakan oleh Al-Qur'an. Namun, benarkah keberadaan mereka menurut penelitian terkini?
Apa saja manfaat umat Islam membaca Al-Qur'an, apalagi menghafalkannya, lebih khusus lagi di bulan Al-Qur'an yaitu Ramadan? Setidaknya ada 14 manfaat membaca Al-Qur'an bagi umat Islam.
Temukan jawaban lengkap siapa Zulkarnain dalam Al-Quran. Analisis identitas antara Cyrus the Great atau Alexander, hingga misi kemanusiaan membendung Ya'juj Ma'juj.
ZOHRAN Mamdani menjadi wali kota New York City pertama yang dilantik menggunakan Al Quran.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengungkap hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 yang menunjukkan tantangan serius pada kompetensi literasi Al-Qur’an guru PAI SD.
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyampaikan bahwa literasi Al-Qur’an akan menjadi syarat rekrutmen guru PAI.
Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti rangkaian ibadah umroh, pembelajaran Al-Qur’an, serta pengambilan sanad Al-Qur’an
Lebih dari setengah ton bantuan logistik, termasuk Al-Qur’an, kembali diterbangkan ke Aceh Tamiang ke Bandara Kualanamu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved