Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan langkah strategis yang harus terus diperluas di seluruh wilayah Tanah Air.
"Peningkatan ketrampilan dan kualitas SDM adalah salah satu kunci dalam pengembangan sektor pariwisata nasional," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/11).
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini sedang menginisiasi Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang difokuskan untuk mengembangkan SDM, khususnya bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Kampanye itu terkait pengembangan desa wisata yang menjadi salah satu langkah utama dalam memajukan pariwisata berbasis masyarakat.
Saat ini berdasarkan catatan Kemenparekraf ada 4,674 desa wisata di Indonesia. Jumlah tersebut bertambah 36,7% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 3.419 desa wisata.
Menurut Lestari, langkah pengembangan SDM sektor pariwisata harus mendapatkan dukungan dari semua pihak baik di tingkat pusat maupun di daerah.
Baca juga:
> Desa Wisata Kwau Miliki Area Kebun Pohon Pisang Raksasa dan Habitat Cendrawasih
> Meski Menarik Bagi Wisatawan, Embun Es di Dieng Berdampak Buruk bagi Pertanian
Apalagi, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, upaya tersebut juga terkait dengan pengembangan desa tempat tinggal mereka, sehingga dukungan para pemangku kepentingan di daerah sangat diharapkan.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berharap Kampanye Sadar Wisata 5.0 dapat mencakup masyarakat yang lebih luas lagi, sehingga semakin banyak orang yang memiliki pengetahuan terkait pariwisata.
Kekuatan budaya dan kearifan lokal di setiap daerah, ujar Anggota Mejelis Tinggi Partai NasDem itu, juga harus mendapat perhatian untuk diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Rerie sangat berharap Kampanye Sadar Wisata 5.0 dapat melahirkan SDM pariwisata yang kreatif dan mampu mewujudkan pusat pengembangan budaya dan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan di daerah masing-masing.
Dengan langkah tersebut, menurut Rerie, upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional merupakan sebuah keniscayaan. (Z-6)
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
BANGUN kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi ancaman penyebaran virus Nipah di tanah air.
Aspek inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan nasional.
DORONG upaya pencegahan pekerja anak di tanah air secara konsisten dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan didukung sejumlah pihak terkait.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved