Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ASEAN Social Security Association (ASSA) menganugerahkan penghargaan ASSA Recognition Awards 2023 kepada BPJS Kesehatan dalam acara penutupan The 40th ASSA Board Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (21/11). Dalam ajang tersebut, BPJS Kesehatan sukses mendulang prestasi berupa Recognition of Efforts in Insurance Coverage atas inovasinya yang bernama 'Assesment of Informal Workers’ Compliance with The National Health Insurance Contribution Payment' atau Penilaian Kepatuhan Pekerja Informal terhadap Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Secara ringkas, kami melakukan penelitian terhadap tingkat partisipasi peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dalam membayar iuran pada 2021. Hasilnya, responden perempuan yang memiliki pendapatan kurang dari sama dengan enam juta rupiah, berpendidikan menengah ke bawah, merasa sehat, mengalami kesulitan keuangan, dan jarang menggunakan layanan rawat jalan, merupakan sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi mereka dalam membayar iuran JKN,” ujar Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Mundiharno usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh ASSA Chairman 2022-2023 Mrs Keo Chanthavixay.
Baca juga: Ketenagakerjaan Raih Penghargaan Tingkat Regional Asia
Oleh karena itu, lanjut Mundiharno, dengan menganalisis dan memetakan karakteristik peserta JKN segmen PBPU atau juga dikenal sebagai peserta JKN mandiri, diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi landasan bagi pemangku kebijakan untuk mengambil langkah penegakan kepatuhan terhadap para peserta JKN mandiri tersebut. Menurut Mundiharno, pihaknya juga berencana melakukan perluasan peran Kader JKN sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk menggalakkan edukasi.
Beberapa tahun sebelumnya, BPJS Kesehatan juga menorehkan penghargaan bergengsi dari ASSA atas inovasinya yang bernama 'One Stop Apps: Monitoring of Strategic Cooperation Implementation' alias Aplikasi Monitoring Kerja Sama Strategis (MONIKS). Dengan Aplikasi MONIKS, semua kemitraan strategis BPJS Kesehatan dengan institusi, kementerian, dan lembaga nasional maupun internasional, dapat dipantau secara real time. Di samping itu, penghargaan lain juga pernah diberikan ASSA kepada BPJS Kesehatan atas inovasinya yang bernama “Online Health Consultation and Administrative Service” atau Konsultasi Kesehatan Online dan Layanan Administrasi.
Baca juga: Konsisten Terapkan ESG, BPJS Ketenagakerjaan Kembali Raih Gold Rank ASSRAT 2023
Sebagai penyelenggara program jaminan kesehatan sosial dengan jumlah peserta terbesar di dunia, kiprah BPJS Kesehatan semakin diakui di tingkat internasional. International Social Security Association (ISSA) yang beranggotakan 160 negara pun menunjuk Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness. Di samping itu, BPJS Kesehatan juga dipercaya untuk menduduki jabatan dalam Steering Group Joint Learning Network (JLN) Indonesia, suatu komunitas praktisi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara yang bertujuan untuk berbagi pengalaman demi mencapai UHC.
Nilai sebuah perusahaan saat ini tidak lagi ditentukan terutama oleh aset fisik, melainkan oleh kekuatan aset tak berwujud, khususnya merek.
PHE ONWJ dianugerahi penghargaan dalam kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati melalui program OTAK JAWARA.
Sebanyak 32 kategori penghargaan telah disiapkan untuk memberikan apresiasi tertinggi kepada para nomine yang telah mewarnai dunia hiburan sepanjang tahun lalu.
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
Kabupaten Mimika meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026 untuk kategori Madya.
Realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,8 triliun, dari yang ditargetkan APBD Perubahan (APBD-P) 2025 sebesar Rp2,2 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved