Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINGAT kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mencapai 57.884 kasus, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa saat ini sudah ada 2 vaksin dengue yang beredar.
"Tapi sampai saat ini masih merupakan vaksin pilihan," kata Nadia saat dihubungi pada Kamis (28/9).
Baca juga : Kemenkes Kaji Masukkan Vaksin DBD dalam Program Vaksinasi Nasional
Nadia mengungkapkan bahwa pemerintah masih menunggu rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan Indonesia Technocal Advosory of Group Immunization (ITAGI) terkait penggunanaan sebagai vaksin nasional.
Baca juga : Cegah DBD, Denpasar akan Tebar Telur Nyamuk Wolbachia
Selain itu, Nadia juga menerangkan bahwa Kemenkes telah berupaya mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan pilihannya.
"Untuk mendapatkan proteksi dan manfaat dari vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan individu terhadap dengue," ujarnya. (Z-8)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved