Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BTARI Padma Zamzani, siswi kelas 10 SMA Cikal Amri Setu yang menjadi salah satu peserta Turnamen Akademik Pelajar Kelas Dunia, World Scholar's Cup (WSC) Bangkok 2023, mengaku semakin matang baik secara akademik maupun mental, setelah kembali berhasil membawa pulang 11 medali emas, 4 medali perak dan 3 buah trofi.
Sebelumnya, Btari mengikuti 2 kali WSC Regional Round Jakarta, 2 kali WSC Global Round Vietnam, dan Tournament of Champions (TOC) di Yale University, Amerika Serikat. Bahkan di TOC tahun lalu, Btari bersama rekannnya Audrey Primadevi Subiakto berhasil membawa pulang 6 medali emas dan 7 medali perak.
"Setidaknya aku merasa makin matang saja secara akademik dan juga mental termasuk kaya dengan pengalaman-pengalaman baru. Aku jadi banyak teman dari negara lain yang berbeda budaya, karena ada sharing budaya, bahasa dan tradisi juga," ungkap Btari kepada Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (9/9).
Pada WSC Bangkok kali ini, selain meraih 11 medali emas dan 4 medali perak, Btari mendapat penghargaan khusus individu berupa piala sebagai peringkat ke-9 dari 3.500 peserta lomba. Tahun ini, sekolahnya mengirimkan 30 orang siswa untuk berkompetisi dengan 3500 peserta lainnya dari 40 negara di dunia.
Dengan hasil yang didapat di WSC Bangkok kali ini, Btari dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap final TOC di Yale University, AS, pada November 2023 mendatang.
"Motivasinya memang ingin menang, prestasi. Itu saja, meski harus berpacu dengan persiapan yang tidak mudah karena harus tetap fokus dengan pelajaran rutin sekolah juga," ucap Btari.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia, ANPS Gandeng Mitra Global
Hal yang agak berbeda dengan kompetisi WSC sebelumnya, lanjut Btari, kali ini topiknya lebih banyak berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI), di samping materi social science, art, dan music.
"Jadi sejak Juni aku sudah mulai riset, latihan debat, ada juga lomba menulis setiap minggu," sambungnya.
Buat Btari, mengikuti kompetisi internasional seperti ini juga ingin berbagi motivasi sekaligus mengajak remaja Indonesia agar memiliki keberanian berkompetisi.
"Ini juga aku motivasinya mau encourage remaja di Indonesia agar mau ikut kegiatan atau kompetisi semacam WSC untuk nambah pengalaman," tukasnya.
Dia menambahkan, apa yang dia dapatkan sampai saat ini tidak terlepas dari dukungan orang-orang terdekatnya terutama orangtua, guru, teman-temannya. "Mereka dukung aku banget, support mental dan semuanya," katanya.
Saat ditanya persiapan menuju TOC Yale University November 2023, Btari mengaku belum memastikannya karena mempertimbangkan waktu di sela-sela kegiatan sekolah termasuk biaya karena menggunakan pembiayaan mandiri oleh orangtua.
"Belum tahu yang ini ikut apa engga karena repot juga saya mau fokus juga untuk persiapan naik ke kelas 11, selain mahal juga hehe. Tapi tahun depan di Jakarta pasti saya ikut," pungkas Btari. (I-2)
Dua juara PIIJGC tahun lalu, Kenneth Henson Sutianto (Indonesia) dan Sieun Lee (Korea Selatan) akan kembali mengikuti turnamen ini.
Kehadiran pemanas ini menjadi simbol perluasan peran Ariston yang menghadirkan pengalaman hot water comfort setelah berolahraga.
Partai Mixed Double menjadi penentu sekaligus memastikan kemenangan ACDP.
Asian Intercity Bowling Championship mempertandingkan laga antara tim-tim yang mewakili kota-kota Asia.
HAC 2025 mempertandingkan 12 kategori, mencakup berbagai tingkatan usia dan jenis busur.
Turnamen domino digital diikuti 540 peserta dari berbagai daerah.
Beasiswa tersebut diberikan kepada sejumlah anak anggota yang memenuhi kriteria, dari sisi prestasi akademik.
DJKI mengapresiasi peran guru dan dosen dalam peningkatan pencatatan hak cipta dan paten di lembaga pendidikan sepanjang 2022–2025.
Sistem pendidikan yang kolaboratif merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Pentingnya penguatan budaya akademik dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
Program ini bisa dijadikan momentum bagi perguruan tinggi guna membangun sinergi lintas negara dalam bentuk kerja sama akademik internasional.
Kampus mencari siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter etis, mampu berkomunikasi dengan baik, dan tangguh dalam menghadapi perubahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved