Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PAPRIKA atau Capsicum annuum merupakan jenis buah yang sering diolah sebagai sayuran. Buah ini masih berkerabat dekat dengan cabai dan tomat. Paprika dikenal sebagai salah satu makanan sehat karena mengandung beragam jenis nutrisi. Apa saja nutrisi dan kandungan paprika? Simak di artikel ini.
Paprika memiliki berbagai kandungan nutrisi di dalamnya. Berikut kandungan nutrisi dalam 6,8 gram paprika yang masih mentah:
• Kalori: 19 kkal
• Protein: kurang dari 1 gram
• Lemak: kurang dari 1 gram
• Karbohidrat: 4 gram
• Vitamin A: 19 persen kebutuhan harian
• Zat besi: 8 persen kebutuhan harian
• Vitamin E: 13 persen kebutuhan harian
• Serat: 2 gram
• Vitamin B6: 9 persen kebutuhan harian
Selain itu, makanan sehat ini juga mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan utama dalam sayuran ini adalah karotenoid, serta ada juga capsantin, zeaxanthin, dan lutein.
Sayuran ini juga mengandung mineral lain yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti kalsium, potasium, hingga fosfor.
Karena kandungan gizinya yang beragam, ada banyak manfaat paprika bagi kesehatan tubuh yang bisa diperoleh, antara lain:
Paprika mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin, serta aneka vitamin yang dapat menjaga kesehatan mata, seperti vitamin A dan vitamin E. Kandungan paprika tersebut dapat mencegah kerusakan sel retina mata dan mengurangi risiko terjadinya katarak.
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini ditandai dengan gejala tubuh yang mudah lelah, kulit pucat, mata berkunang-kunang, dan sesak napas.
Untuk mencegah terjadinya anemia, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, folat, dan vitamin B12. Ketiga kandungan tersebut juga dapat Anda peroleh dari paprika.
Paprika juga kaya akan vitamin C. Vitamin ini dapat meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, sehingga produksi sel darah selalu tercukupi dan mencegah Anda dari risiko anemia atau kurang darah.
Paprika mengandung banyak antioksidan dan senyawa capsaicin, yaitu zat yang memberikan rasa pedas pada paprika dan cabai, serta rempah-rempah lainnya. Kandungan tersebut diketahui baik untuk mengurangi peradangan.
Kandungan antioksidan seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan vitamin C di dalam paprika terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
Inilah sebabnya mengapa pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan, termasuk paprika, dapat mengurangi risiko kanker.
Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efek konsumsi paprika dalam pencegahan penyakit kanker.
Selain mengurangi peradangan, kandungan capsaicin pada paprika dan cabai juga dianggap dapat membantu menurunkan berat badan. Ini berkat efek capsaicin yang dapat meningkatkan metabolisme, sehingga kalori dan jaringan lemak yang dibakar lebih banyak.
Selain itu, paprika juga banyak mengandung serat, sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, dorongan untuk makan berlebih atau sering ngemil akan berkurang.
Namun, Anda tidak bisa hanya mengandalkan paprika untuk menurunkan berat badan. Berat badan ideal perlu dicapai dengan pola hidup sehat, yaitu rutin berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori.
Kandungan antioksidan dalam paprika juga dapat mengurangi risiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah jantung, sehingga aliran darah bisa tetap lancar. Efek ini menjadikan paprika bermanfaat sebagai salah satu makanan yang baik untuk mencegah penyakit jantung.
Beberapa manfaat di atas menunjukkan bahwa paprika sangat baik untuk kesehatan tubuh. Namun, pada sebagian orang, paprika mungkin bisa menyebabkan alergi. Akan tetapi, kasus alergi terhadap paprika tergolong sangat jarang terjadi.
Untuk mendapatkan manfaat paprika, Anda dapat mengolahnya menjadi campuran berbagai masakan, seperti tumis daging, telur dadar, atau sebagai topping pada pizza. Selain dikonsumsi sebagai makanan, paprika juga tersedia dalam bentuk suplemen ekstrak paprika.
Jika kondisi kesehatan tubuh Anda baik, tidak ada salahnya untuk menjadikan paprika sebagai salah satu tambahan dalam menu makan Anda sehari-hari. (Z-10)
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved