Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) telah berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara dalam penyaluran Bansos lebih dari Rp523 miliar per bulan. Hal ini didapatkan melalui ketidaklayakan penerima Bansos yang dilakukan bersama pemerintah daerah sebanyak 2.284.992 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan bahwa potensi kerugian negara dari bansos ini disebabkan karena sasaran yang diakibatkan oleh data yang tidak valid, tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Jika Menteri Sosial mengklaim bahwa datanya sekarang lebih bagus memang secara teoritis potensi kerugian negara akan jelas terkurangi. Permasalahannya berdasarkan pemantauan Ombudsman beberapa kali di beberapa provinsi yang saya alami, justru permasalahan data ini masih ada,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (6/9).
Baca juga: Dana Bansos Rp523 Miliar Selamat karena Perbaikan DTKS
Lebih lanjut, menurutnya di beberapa daerah masih terdapat banyak kasus data di mana verifikasi warga miskin masih menimbulkan permasalahan. Hal ini disebabkan kurang responsifnya Pusdatin Kemensos untuk merevisi data yang masuk dari bawah.
“Saya sering dapat keluhan baik dari kecamatan maupun dinas di mana saat ada verifikasi perubahan data warga miskin, sering kali itu tidak direspons oleh sistem yang ada di Pusdatin Kemensos sehingga datanya tidak berubah,” ujar Hendra.
Baca juga: Mensos Risma Ungkap Ada Penerima Bansos Punya Rumah Bak Istana
Meskipun demikian, jika benar saat ini terdapat perubahan, dapat dikatakan Kemensos telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun, menurutnya persoalan data ini masih belum selesai.
“Semoga ke depan sistem perbaikan data ini menjadi semakin baik sehingga inisiatif yang dilakukan kawan-kawan di desa dan kecamatan, terkait perbaikan data warga miskin dapat segera direspons, sehingga status atau pembaharuan datanya bisa lebih cepat dilakukan dan dapat digunakan sesuai pelaksanaan program tersebut,” pungkasnya. (Des/Z-7)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
MENTERI Sosial Tri Rismaharini menjadikan command center Kota Surabaya sebagai model layanan kesejahteraan sosial di lingkungan Kementerian Sosial.
Sapa anak yatim-piatu dan pelaku wirausaha sosial, Mensos menyalurkan bantuan total hampir setengah miliar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved