Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemberian 4 macam vaksin atau imunisasi pada anak usia 2 bulan dinyatakan aman dan orangtua tidak perlu khawatir.
"Nantikan anak usia 2 bulan itu akan menerima beberapa jenis vaksin seperti rotavirus (RV), PCV, Hepatitis B, dan DPT. Namun orangtua tidak perlu takut," kata Nadia saat dihubungi, Selasa (15/8).
Kajian tersebut sudah dilakukan oleh Indonesia Technical Advisory Group of Imunization (ITAGI) dan dinyatakan aman diberikan pada anak usia 2 bulan.
Baca juga: Seluruh Bayi akan Mendapatkan Imunisasi Tetes Rotavirus
"Sudah diberikan rekomendasinya oleh ITAGI dan tidak masalah untuk pemberian vaksinasi pada usia 2 bulan dengan diberikan vaksin 3 hingga 4 macam vaksinasi. Karena bagaimana pun ini juga masih aman bermanfaat untuk melindungi kematian dari pada anak," ujarnya.
Saat ini, berdasarkan data dari BPS 2022, angka kematian anak di Indonesia mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih dikejar pemerintah untuk diturunkan setiap tahunnya. Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 yakni 10 per 1.000 kelahiran hidup.
"Angka kematian bayi dan balita masih tinggi kita harus menurunkan angka kematian bayi dan balita selain angka kematian ibu. Jadi di usia 2 bulan itu akan diberikan vaksin DPT, Hepatitis B, PCV, dan RV," pungkasnya.
Baca juga: Kemenkes Canangkan Perluasan Imunisasi HPV Gratis
Saat ini terdapat 14 imunisasi wajib pada anak antara lain Hepatitis B, Bacillus Calmette–Guérin (BCG), Polio, DPT, Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Influenza, Japanese Encephalitis (JE), Tifoid, Rotavirus (RV), Campak atau MR, Human Papillomavirus (HPV), Haemophilus influenzae tipe B (HiB), dan Varisela. (Z-1)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved