Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama meminta pemerintah memitigasi sejumlah ancaman kesehatan yang bisa muncul akibat fenomena El Nino. Selain kelaparan karena kurangnya produksi pangan, penyakit menular juga bisa menjadi persoalan lainnya.
Tidak hanya itu, peningkatan water borne disease (penyakit yang ditularkan melalui air), peningkatan penyakit paru dan saluran napas, gangguan kesehatan akibat heat stress, dampak psikososial dan kejiwaan, peningkatan penyakit tular vektor, juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi dengan baik.
“Tentu kita berharap agar pemerintah mengambil langkah antisipasi yang tepat untuk ke semua masalah kesehatan ini di masa El Nino sekarang dan yang masih akan berlangsung di beberapa waktu ke depan. World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa ada sekitar 90% probabilitas bahwa El Nino sekarang ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun ini dengan derajat sedang atau bahkan lebih tinggi lagi,” ujar Tjandra, Jumat (4/8).
Baca juga: Cuaca Juli 2023 Terpanas, PBB Anggap Bumi Alami Global Boiling
Tjandara juga mengungkapkan, sebagaimana pernyataan dari WHO pada Juni lalu, di masa El Nino, masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan penularan penyakit akibat virus seperti dengue, zika dan chikungunya. WHO sudah mewanti-wanti bahwa perubahan cuaca akan mempengaruhi pola hidup nyamuk.
Dari semua kemungkinan dampak kesehatan yang akan muncul, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu meminta pemerintah dan masyarakat dapat mengantisipasi dengan melakukan persiapan yang lebih baik. Sesuai dengan anjuran WMO, pemerintah berbagai negara harus mengambil langkah konkret untuk mencegah hilangnya nyawa manusia.
Baca juga: Mentan Sebut Kekurangan Beras Akibat El Nino Diperkirakan Mencapai 300 Ribu Ton
“WMO juga menyebutkan bahwa pernyataannya merupakan petanda agar pemerintah negara-negara di dunia perlu memobilisasi persiapan dalam antisipasi El Nino ini. Tentu kita harapkan agar pemerintah kita juga mengambil langkah-langkah secara terpadu dan menyeluruh dalam menghadapi bahaya El Nino ini. Apa lagi sudah terlanjur terjadi masalah seperti di Papua yang amat menyedihkan sekarang ini,” terangnya.
Di luar itu, Tjandra menjelaskan bahwa El Nino dapat meningkatakan temperatur dunia sekitar 0,2 derajat celcius.
“Khusus untuk dampak bagi negara kita, World Meteorological Organization (WMO) juga menyatakan El Nino mungkin dapat menyebabkan kekeringan hebat. Bahasa yang mereka gunakan adalah severe droughts, di Australia, Indonesia, dan sebagian Asia Selatan. Data lain menyebutkan bahwa Indonesia dan Australia mungkin akan menghadapi musim panas yang lebih panjang dan kemungkinan ada kebakaran hutan, yang tentu juga perlu kita antisipasi. Apa lagi kita punya pengalaman beberapa kali menghadapi kebakaran hutan dengan segala dampaknya yang kompleks,” tambahnya. (Z-11)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved