Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKJEN Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni menggelar diskusi dan bedah buku Beasiswa Di Bawah Telapak Kaki Ibu bersama tatusan nahasiswa di Wareh Kupie Pekanbaru.
Hadir dalam diskusi tersebut penulis buku Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu, Irfan Amalee, adapun pembedah diskusi ialah Pahmi lulusan University of Manchester.
Baca juga: Rachel Amanda Alami Culture Shock Saat jadi Mahasiswa Baru di Belanda
Dalam sambutannya, Raja Antoni menyampaikan kesannya menjadi anak pondok sejak tamat SD di Pekanbaru untuk melanjutkan pendidikan Pesantren di Garut, sampai berkuliah di Inggris dan Australia.
"Saya sebagai orang Pekanbaru, tentu ingin sekali Anak anak Pekanbaru dan Riau berkesempatan berkuliah di luar negeri untuk menambah wawasan, pengalaman serta pola pikir," ujar Raja Juli Antoni yang juga calon anggota legislatif DPR RI Dapil Riau I ini.
Baca juga: LPDP Bisa Tetap Berjalan Tanpa Tambahan Anggaran Baru
Wakil Menteri ATR/BPN berharap kesempatan tersebut dapat memotivasi anak muda Riau untuk semakin banyak yang bisa berkuliah ke luar negeri. Bagi Raja Antoni, kuliah ada tiket kehidupan.
"Kuliah adalah tiket kehidupan. Saya berharap di masa depan semakin banyak warga Riau yang bisa mengenyam pendidikan tinggi," jelasnya.
Dalam pengalamannya, Pahmi, yang merupakan anak Indragiri Hilir merasa beruntung bisa berkuliah di Manchester, "Tak ada yang tak mungkin, apalagi untuk urusan belajar, selagi kita mau, mencari tahu, pasti ada jalan," ujarnya.
Sedangkan Irfan Amalee, yang juga peraih Kick Andy Heroes 2021 ini menegaskan bahwa beasiswa ke luar negeri merupakan impian yang harus dikejar dengan gigih. Ia membedakan antara want dan desire.
"Banyak orang yang hanya sekedar mau, itulah 'want', tapi tidak banyak dari mereka ya 'desire'. Desire mensyaratkan kita memiliki keinginan yang gigih, bukan hanya mau di mulut saja. Jika kita sudah desire, makan kita akan memiliki kelayakan," kata Irfan. (P-3)
ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyayangkan aparat keamanan membubarkan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia di Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu malam
TEKNOLOGI berkembang terlalu cepat. Akan tetapi, nilai-nilai spiritual, etika, dan kebijaksanaan justru jalan di tempat atau bahkan mundur.
Tere Liye menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya baru dari para siswa Alazka di masa depan.
Buku tersebut merangkum tiga isu besar ketenagakerjaan di Indonesia, yaitu isu ketenagakerjaan, perlindungan sosial bagi tenaga kerja, dan kesejahteraan sosial pekerja.
NILAI-nilai kemanusiaan dapat menggerakkan pihak-pihak yang berbeda latar belakang untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan bangsa.
Pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai fondasi penting dalam membentuk arah kebijakan ekonomi dan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved