Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI petugas haji, penanganan jemaah yang lupa jalan kembali ke hotel paling sulit ketika tidak ditemukan identitas apa pun pada diri jemaah tersebut.
Seperti yang dialami petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) Sektor Khusus Masjid Nabawi, Imran. Paramedik RSAL dr Mintoharjo, Jakarta, itu mengisahkan pengalaman membantu jemaah yang tersasar berjam-jam di Nabawi.
Timnya mendapat informasi pada sekitar pukul dua dini hari tentang penemuan jemaah itu.
Baca juga : Apresiasi Saudi, Indonesia Usul Empat Peningkatan Layanan Jemaah dalam Rapat Delegasi OKI
"Orang Arab dari sentral sini yang memang menangani haji dan umrah menghubungi kami," ujar Imran, saat ditemui di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (12/6).
Menurut Imran, jemaah yang belakangan diketahui berusia 82 tahun tersebut ditemui sudah kelelahan. Kakek asal Tangerang yang ternyata bisa berbahasa Arab, Inggris, Pakistan, dan tentu Bahasa Indonesia itu meminta diantar ke hotelnya.
Baca juga : Pemerintah Jamin Semua Jemaah Laksanakan Ibadah Haji
"Beliau nangis dan mengatakan 'tolong saya dibantu' karena dari tadi ketemu orang tidak ada yang mau membantu," ungkap Imran.
Jemaah yang ketika itu mengenakan baju koko mengaku terpisah dari rombongannya seusai salat magrib. Sejak itu dia berputar-putar tidak tentu arah berusaha mencari jalan kembali ke hotelnya.
Kakek tersebut bahkan sudah bertanya-tanya kepada orang-orang yang ia temui. "Tapi setiap yang ditanya itu tidak bisa membantu," kata Imran.
Hingga akhirnya ia ditemukan pengurus masjid yang merupakan orang Arab, kemudian diserahkan ke petugas Indonesia.
Berikutnya, petugas haji di Sektor Khusus kesulitan mengantarnya karena ketiadaan identitas.
"Beliau tidak bawa identitas apa-apa. Baik gelang, kalung. Pakaian juga pakaian koko biasa, pakai sarung. Sedangkan beliau lupa nama hotelnya, enggak bawa hp, nomor hpnya juga lupa," tutur Imran.
Beruntung, ternyata jemaah lanjut usia (lansia) itu ingat nomor telepon rumahnya di Tanah Air. Petugas lantas membantu menghubungi keluarganya.
"Alhamdulillah waktu itu di sana kan sudah jam 6 karena di sini jam 2. Keluarganya sudah bangun. Kemudian kita tanya, bapaknya ada di sini, tapi tersesat, hilang dari habis magrib dan beliau sudah tidak kuat jalan," ujar Imran.
Berdasarkan keterangan keluarga, jemaah tersebut berhaji bersama putranya. Mereka lantas memberi nomor ponsel milik putranya tersebut. Ketika dihubungi petugas, baru diketahui ia menginap di Hotel Karam Golden dan rupanya sang putra sedang mencari-cari ayahnya.
Imran bersama rekannya kemudian mengantarkan jemaah itu kembali ke hotelnya dengan kursi roda. Ia sempat pula dijanjikan akan diberi berlian dan uang.
"Bapaknya itu bilang, 'nanti datang ke rumah saya, saya kasih berlian'," ungkap Imran sambil tertawa. (Z-5)
Industri haji dan umrah di Indonesia merupakan sektor vital yang tidak hanya mendukung spiritualitas umat Muslim, tetapi juga menyumbang signifikan bagi perekonomian nasional
Garuda Indonesia menargetkan nilai transaksi hingga Rp520 miliar melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2026
Tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, mengingat para peserta diklat nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
sebanyak 170 ribu dari total 203.320 jemaah haji reguler 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) didorong untuk mengeluarkan fatwa terkait tata cara dan sumber dana ibadah haji. Wacana itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kemenhaj memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Tidak ada toleransi terhadap kelalaian dan ketidakdisiplinan, mengingat para peserta diklat nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
sebanyak 170 ribu dari total 203.320 jemaah haji reguler 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
Metode TFG digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan ribuan jemaah dan petugas di titik-titik krusial di Tanah Suci, termasuk saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) melarang keras kepala daerah merangkap sebagai petugas haji pada penyelenggaraan haji tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved