Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Tarumanagara (Untar) Jakarta memberi penghargaan kepada dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik berprestasi. Penghargaan diberikan bersamaan dengan acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Auditorium Kampus Untar, Selasa (2/5).
Mahasiswa yang mendapat penghargaan adalah yang berhasil meraih prestasi baik akademik maupun nonakademik di tingkat nasional maupun internasional. Penerima penghargaan diantaranya Karmenia Jessica Kurnia Niaga dan Eldy dalam PCC East Asian Medical Students
Conference 2023: Nepal Scientific Poster Category, Denis Marchello dan Jessica sebagai juara dalam 3rd Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management, Esperansya Desmonda Woen sebagai Best Speaker dalam ICAEW Indonesia Business Challenge
2023.
Penghargaan juga diberikan kepada Jhon Michel dan Ravi Hardian yang meraih medali emas dalam World Invention Technology Expo 2022. Total ada 149 mahasiswa berprestasi yang mendapat penghargaan Untar pada perayaan Hardiknas ini. Selain itu, Kepala Kantor Humas Untar Dra. Paula T. Anggarina, M.M. juga menjadi penerima penghargaan atas kinerja baik dan peran humas dalam bidang pengelolaan media sosial.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDikti III) Paristiyanti Nurwardani yang hadir dalam acara ini mengatakan karena prestasi yang diraih dosen dan mahasiswa, maka Untar dapat meraih berbagai penghargaan di tingkat Kementerian dan LLDikti III. "Semua prestasi yang diraih Untar adalah kemenangan seluruh sivitas akademika yang memang selalu fokus kepada Tridharma Perguruan Tinggi, MBKM, dan IKU," ungkapnya.
Ia juga meminta kepada Yayasan Tarumanagara, Pimpinan Untar, dan seluruh sivitas akademika untuk meraih semua prestasi yang berhubungan dengan transformasi pendidikan, yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan delapan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi.
Di sisi lain, Rektor Untar Agustinus Purna Irawan menyebutkan prestasi yang diperoleh Untar merupakan capaian hasil sinergi Untar yang aktif menjalani kolaborasi dengan semua mitra Untar. "Ke depan perlu lebih banyak prestasi yang bisa dicapai bersama, sehingga kinerja Untar akan semakin meningkat seraya mengajak mahasiswa untuk terus mencetak prestasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif," ujarnya.
Dalam peringatan Hardiknas yang digelar Untar kali ini juga dilakukan kegiatan halal bihalal sebagai bentuk silaturahmi antarsivitas akademika Untar maupun kepada semua pemangku kepentingan, termasuk dengan media yang telah memberi kontribusi positif dalam membangun reputasi Untar.
Halal bihalal dengan tema "Untar untuk Indonesia: Rayakan Kemenangan dalam Kebersamaan Meraih Prestasi" menampilkan Kebudayaan Riau yang dikemas dengan pertunjukan tari dan lagu Lancang Kuning. Ditayangkan pula bagaimana tradisi lebaran Bara'an di daerah Bengkalis. (R-2)
WAKIL Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasnuryadi Sulaiman mengajak seluruh jajarannya menggaungkan semangat meningkatkan mutu pendidikan di momen Hardiknas 2025.
Maka dibutuhkan ‘revolusi budaya integritas’. Sejatinya, integritas pendidikan kita lahir dari sebuah kesadaran dan kebijaksanaan kritis dalam mendidik, membangun, dan mengorganisasi.
Kegiatan dilaksanakan di dua Sekolah Dasar Negeri, yakni SDN Pekayon 10 Pagi dan SDN Tengah 06 Pagi, dengan total distribusi lebih dari 670 paket nasi kotak untuk murid dan guru.
DALAM rangka menyambut Hardiknas, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengapresiasi kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukanlah sekadar seremonial tahunan.
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak perlu dirayakan secara meriah karena pendidikan Indonesia sedang berduka.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved