Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hartawan Candra Malik atau Gus Candra menilai ibadah puasa bulan Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwaan.
Dia menjelaskan bahwa orang yang beriman harus bersyukur ketika berjumpa dengan bulan Ramadan karena diberikan kesempatan untuk naik ke tingkatan diri yang lebih tinggi.
"Puasa adalah anugerah yang luar biasa besar dari Allah kepada manusia untuk menapaki jenjang anak tangga kemuliaan menuju derajat yang lebih tinggi, bahkan setinggi-tingginya hingga yang paling tinggi, yaitu derajat takwa kepada Allah SWT," kata Gus Candra seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu (29/3).
Menurut dia, berpuasa Ramadan sejatinya lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga harus mengendalikan nafsu demi sempurnanya ibadah puasa yang dilaksanakan.
Karena itu, menurut dia, berpuasa sebaiknya juga merupakan ikhtiar menahan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan yang dapat membatalkan puasa.
"Pada hakikatnya, berpuasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, serta berhubungan seksual dengan pasangan di siang hari. Berpuasa adalah menahan diri dari godaan hawa nafsu yang dirangsang oleh penginderaan kita terhadap hal-hal di luar diri," ujarnya.
Baca juga: Jelajahi 1.001 Menu Spesial Ramadan di Swiss-Belinn Airport Jakarta
Gus Candra menilai menunaikan ibadah puasa Ramadan di Indonesia bisa dikatakan memiliki corak tersendiri jika dibandingkan dengan negara lain.
Hal itu, lanjut dia, berhubungan dengan Indonesia yang terdiri atas banyak suku, agama, dan kepercayaan, sehingga masyarakat Indonesia seharusnya sudah terbiasa dalam menghadapi perbedaan yang ada.
Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahadah, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu juga berpesan bahwa umat Islam harus tetap mengedepankan cara yang santun dalam menyikapi perbedaan.
"Perbedaan pendapat adalah rahmat, pertama, kita harus mensyukuri perbedaan pendapat tersebut. Kedua, kita sampaikan pendapat dengan cara yang baik, tidak perlu perdebatan apalagi disertai kekerasan dan pemaksaan kehendak," ujarnya.
Ketiga, kebebasan berpendapat dilindungi oleh undang-undang sehingga selayaknya kita menghargai perbedaan pendapat itu.
Gus Candra Malik mengajak untuk memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya sebagai ajang peningkatan kualitas diri menjadi lebih baik.
Karena itu, sebaiknya umat Islam benar-benar memanfaatkan momentum Ramadan saat ini untuk memperbaiki diri, berikrar tidak mengulangi kesalahan dan kekhilafan yang sama, serta berharap dapat mencapai tujuan menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan, yaitu supaya kita bertakwa kepada Allah SWT. (Ant/I-2)
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Memasuki awal tahun 2026, pertanyaan puasa berapa hari lagi mulai ramai diperbincangkan oleh umat Islam.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Tak hanya menghadirkan oleh-oleh dari Arab Saudi, Bursa Sajadah juga membawa produk dari Turki, India, hingga aneka snack sehat khas berbagai kota di Indonesia.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 setiap tanggal 17 Januari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved