Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA Ramadan adalah salah satu kegiatan yang menjadi ibadah bagi umat Muslim untuk menghapus dosa dan menambah rezeki. Kegiatan untuk mengisi pada saat puasa, disebut dengan ngabuburit. Simak artikel berikut untuk mengetahui asal-usul dari kata ngabuburit, dan apa saja yang bisa dilakukan pada saat ngabuburit.
Pengertian dan asal-usul ngabuburit
Ngabuburit secara etimologis berasal dari bahasa Sunda yang berasal dari kata dasar "burit" yang bermakna petang. Dilansir dari Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS) mencatat bahwa, ngabuburit berasal dari kalimat ngalantung ngadagoan burit yang memiliki makna bersantai sambil menunggu waktu sore.
Baca juga : Ngabuburit Seru di Hutan Kota Palu
Kini, ngabuburit menjadi suatu istilah populer yang bermakna sebagai kegiatan pengisi pada saat melakukan puasa. Setiap orang, dapat melakukan kegiatan, tanpa dibatasi. Namun, ngabuburit selalu bermakna pada kegiatan yang membawa makna yang baik.
Yang Dilakukan Saat Ngabuburit
Meskipun secara etimologis ngabuburit bermakna kegiatan untuk mengisi waktu petang, ngabuburit pada perspektif puasa bermakna mengisi waktu puasa dengan kegiatan positif. Maka, menjelang bulan puasa, berikut adalah daftar kegiatan yang dapat anda lakukan pada saat ngabuburit.
Baca juga : Keistimewaan Lailatul Qadar Malam 1.000 Bulan
1. Mendengar ceramah di masjid
Pada saat ngabuburit, kegiatan yang dilakukan diharapkan adalah kegiatan yang membawa makna positif. Mendengar ceramah di masjid dapat membantu meningkatkan iman, ketakwaan, dan juga hubungan yang baik antara manusia dan Allah SWT, dan sesama manusia.
2. Mulai berbisnis
Baca juga : Lima Tempat Seru Saat Nunggu Buka Puasa agar Lebih Menyenangkan
Pada saat bulan puasa, beragam bisnis musiman menjadi cukup populer. Beragam bisnis seperti bisnis makanan, pakaian Muslim, dan juga bingkisan, menjadi populer di bulan Puasa. Maka, anda dapat mengisi waktu puasa anda untuk menjalankan aktivitas yang memiliki makna positif sekaligus menambah penghasilan.
3. Belajar hal baru
Pada saat bulan puasa, bukan berarti kita bermalas-malasan. Salah satu kegiatan pada saat bulan puasa adalah belajar hal yang baru. Anda dapat belajar dari buku atau tulisan, anda dapat belajar dari orang lain atau ahli. Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan pada diri sendiri.
Baca juga : KCCI Ajak Anda Ngabuburit dengan Program K- Street Food Treasure
4. Membantu orang lain
Pada saat puasa, adalah salah ajang untuk menambah rezeki. Menambah rezeki dapat dilakukan dengan membantu orang lain dengan kegiatan positif. Meskipun melelahkan, puasa sesungguhnya bermakna bagaimana diri kita menahan diri dari melakukan tindakan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Z-5)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
Ngabuburti di kawasan jalur KA sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan, baik bagi masyarakat sendiri maupun perjalanan kereta api.
Kawasan Blok M terus menjadi salah satu titik favorit masyarakat Jakarta untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
MENGABISKAN waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dapat diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat hingga membuahkan berkah bagi umat Islam yang tengah menunaikan ibadah puasa.
Para trainees Chuang Asia 2 menyapa para penggemar dengan menggunakan bahasa Indonesia yang telah mereka persiapkan. Mereka juga berbagi cerita dan pengalaman seru selama berada di Jakarta.
SINAR senja mulai bergeser dari puncaknya. Jarum jam pun menunjukkan pukul 14.00 WIB.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Saat berpuasa ramadan, pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama: timing (pengaturan waktu), intensitas, dan kondisi fisik.
SALAH satu ibadah yang dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadan ialah iktikaf.
PERUBAHAN rutinitas selama bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi pola makan dan jam tidur, tetapi juga kondisi kulit dan rambut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved