Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa setelah pandemi covid-19 virus lain yang harus diperhatikan adalah virus influenza termasuk flu burung atau H5N1.
"Memang kasus sesudah pandemi covid-19 yang harus diperhatikan adalah influenza, influenza ini virus yang pake H dan N seperti H1N1, H5N1, H3N3 semuanya pake H dan N. Nah sekarang yang ketemu H5N1 flu burung," kata Budi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Jumat (3/3).
Baca juga: PHR Kembali Buka Program Beasiswa Pendidikan Bagi Putra Putri Riau
Virus flu burung dapat berpindah dai hewan ke manusia namun hingga saat ini belum ditemukan penyebaran virus dari manusia ke manusia. Penyebaran virus di Indonesia masih membutuhkan science base dan evidence base.
Kemenkes masih melakukan surveilans pada unggas yang dilaporkan banyak yang mati mendadak di Kalimantan Selatan.
"Harus cepat diambil darahnya dites digenome sequencing. Kalau ternyata dia H5N1 atau flu burung itu ada kontaminasi dari unggas-unggas," ujarnya.
Ia menyebutkan surveilans harus kerja sama dengan Kementerian Pertanian yang saat ini sedang dilakukan. Jadi surveilensnya biasanya dideteksi pada manusia ini karena penularannya dari hewan. Sementara dari unggas sedang dicari.
"Untuk pencegahannya pakai masker, rajin cuci tangan dan pengawasan," pungkasnya. (OL-6)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Superflu merupakan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan signifikan kasus flu yang dipicu oleh strain tertentu.
Terkait perlindungan pada anak, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin influenza dimulai sejak usia enam bulan.
Meningkatnya pemberitaan mengenai penyakit yang disebut sebagai super flu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait perlunya penggunaan obat antivirus untuk influenza.
Belakangan ini istilah Superflu yang menjadi sorotan di berbagai media massa dan media sosial.
Super flu itu label media. Secara ilmiah yang dibahas adalah H3N2 subclade K, laporan lembaga kesehatan menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa varian ini otomatis lebih mematikan
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved