Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMANGAT belajar dipraktikkan ibu dan anak yang sama-sama meraih gelar doktor (S-3) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah. Keduanya pun berbarengan diwisuda pada Sabtu (25/2) di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS.
Ajibnya, ibu dan anak itu memperoleh nilai cumlaude, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,93. Keluarga bahagia dan sukses itu adalah Dr. Novi Primadewi, dr., Sp.THT-KL(K).,M.Kes. dan putranya Dr. Muhammad Bagus Adi Wicaksono, S.H., M.H.
Mereka menjadi bagian dari 1.531 wisudawan. Novi Primadewi merupakan lulusan S-3 dari Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) UNS, sementara putera tercintanya, Muhammad Bagus Adi Wicaksono lulusan S-3 Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) UNS.
Usai diwisuda, Dr. Novi mengaku tidak menyangka akan diwisuda berbarengan dengan putra sulungnya dan dengan IPK yang sama persis. "Saya tidak menyangka sama sekali, jika diwisuda bersama si sulung. Saya yang lebih dulu kuliah S-3, eh ternyata lulus doktornya bisa berbarengan, dengan IPK yang sama pula," tutur perempuan pengajar di FK UNS ini dengan wajah berbinar.
Isteri dari Dr. Senyum Indrakila, selama ini membebaskan anak anaknya untuk mengambil jurusan yang mereka sukai dan cocok dengan talentanya. Novi dan Senyum sama sama berprofesi sebagai dosen dan dokter, sementara Bagus mengambil jurusan hukum.
"Kami memang memberikan kebebasan bagi anak-anak untuk memilih profesinya, sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan, yang penting bisa bertanggung jawab dengan pilihannya," ucap ibu dua anak itu.
Kebahagiaan Dr. Novi sangat komplit. Sebab Bagus yang juga menjadi dosen di Program Studi (Prodi) D-4 Demografi dan Pencatatan Sipil Sekolah Vokasi (SV) UNS, juga dinobatkan menjadi wisudawan doktor termuda dengan usia 26 tahun 7 bulan.
"Alhamdulillah memiliki putra yang semangat belajarnya tinggi. Setelah lulus sarjana langsung lanjut magister kemudian lanjut doktor. Ini adalah cara Allah Subhanawatala membahagiakan kami," sergah Novi sekali lagi.
Dia berpesan kepada para generasi muda, jangan lelah dalam belajar, karena belajar itu sepanjang masa.
Pada saat sama Dr. Muhammad Bagus Adi Wicaksono, S.H., M.H. mengaku bahagia dapat menjalani prosesi wisuda doktor bersama ibundanya. Ia bahkan menjadi wisudawan S-3 termuda.
"Ibu saya ini memiliki semangat belajar yang tinggi, saya sebagai anak beruntung memiliki sosok ibu seperti dia karena memberikan contoh yang baik bagi putra-putranya," ujar Bagus dengan wajah memancarkan suka cita.
Ia juga menyatakan terimakasih kepada ayahnya yang tidak kenal lelah berdoa dan mensuport dirinya dalam menyelesaikan gelar doktor. (OL-13)
Baca Juga: Jurusan IPS SMA Bisa Masuk Fakultas Apa Saja? Ini Pilihannya
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Ilham Syafruddin Akbar, seorang pengemudi ShopeeFood asal Surabaya, telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih impian.
Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, belum lama ini menjadi sorotan
Roro Wilis menyelesaikan pendidikannya di Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif yang mencapai 3,98.
Adi berhasil lulus dengan predikat cumlaude IPK 4,00 dan masa studi tecepat, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Pascasarjana UM.
Tak hanya itu, sebagai ibu dua orang anak dan istri, Laely juga banyak menginspirasi khususnya bagi para wanita di Indonesia.
Ibas menceritakan kisah inspiratif tentang Raeni, mahasiswi penerima program Bidikmisi yang berhasil melanjutkan pendidikan S3 di University of Birmingham, Inggris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved