Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTUSIASME praktisi dalam meningkatkan kapasitas keilmuan dengan mengikuti program doktoral ternyata semakin tumbuh.
Dua praktisi berhasil menjadi lulusan pertama Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan, Universitas Prasetiya Mulya. Mereka ialah Paulina Lo dan Henky Lesmana yang merupakan pebisnis dengan latar belakang pengusaha di bidang farmasi.
Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan ini dihadiri para penguji dan publik, Jumat (10/2)
Dalam ujian terbuka yang dipimpin oleh Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universitas Prasetiya Mulya Fathony Rahman, DBA, Paulina mengusung penelitian bertajuk Model Resiliensi Hotel Berbasis Sumber Daya & Crafting Strategy dan diganjar predikat Magna Cumlaude.
Sementara Henky Lesmana mengangkat riset berjudul Model Keunggulan Kompetitif Destinasi Pariwisata Indonesia dan berhasil mengantarnya meraih predikat Summa Cumlaude.
“Dalam sejumlah pertemuan kami dengan para praktisi, terlihat antusiasme mereka untuk mampu menjawab tantangan dalam perusahaan maupun industri dengan mempelajari ilmu-ilmu dari program ini. Mereka berasal dari beragam industri, bahkan termasuk industri kreatif, seperti perfilman, yang saat ini melibatkan investasi semakin besar dengan tantangan dan potensi yang semakin bagus,” ujar Kepala Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya Elliot Simangunsong, Ph.D lewat keterangan yang diterima, Sabtu (17/2).
Adapun Direktur Program Pasca Sarjana, Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universitas Prasetiya Mulya Dr. Achmad Setyohadi mengatakan, meski harus berkutat dengan beragam aktivitas belajar, para praktisi tidak langsung berhadapan dengan beban penelitian yang berat.
“Perbedaan kami dengan program di kampus lain dimulai sejak para peserta program mengawali masa belajarnya. Sejak awal, mereka akan mendapat mentor yang akan membimbing sekaligus memotivasi selama menjalani proses belajar,” ujarnya.
Selain itu, sambung Achmad, mereka juga diajak berinteraksi dengan mahasiswa S3 dari kampus lain di berbagai negara agar dapat menimba pengalaman dan bertukar wawasan.
Tak hanya itu, para mahasiswa juga mendapat kesempatan terlibat dalam berbagai aktivitas terkait penelitian, seperti penulisan jurnal dan tampil dalam berbagai konferensi internasional.
Henky, misalnya, telah membuat sejumlah jurnal yang diterbitkan dalam berbagai organisasi internasional. Salah satunya adalah Formulating A Competitive Advantage Model For Indonesian Tourism Destinations.
Seperti Henky, publikasi Paulina bertajuk Strategic planning in SME: A case study in Indonesia juga berhasil menembus The Journal of Asian Finance, Economics and Business.
Program Doktor Manajemen dan Kewirausahaan, Universitas Prasetiya Mulya, dirancang dengan mengintegrasikan berbagai prinsip manajemen bisnis, teori kewirausahaan, pengetahuan pasar secara mendalam, wawasan eksekutif yang holistik. Serta analisis berbasis empiris yang kokoh dalam menyelesaikan berbagai masalah industri saat ini," pungkasnya. (OL-8)
Disertasi ini menyoroti tantangan penerapan regulasi di BUMN serta pentingnya desain kebijakan hukum yang mendorong kesetaraan kesempatan kerja, aksesibilitas, dan perlindungan hak.
Penanganan perkara koneksitas di dalam Pasal 42 UU No 30 Tahun 2002 tidaklah cukup meski telah dilakukan perubahan rumusan norma MK.
Hindun Anisah menyampaikan dalam disertasinya KUPI tidak menjadi gerakan sesaat saja namun berkelanjutan dengan program-program yang semakin bergema ke se antero Indonesia.
Disertasi berjudul “Efektivitas Penanganan Pelanggaran Netralitas ASN oleh Bawaslu pada Pemilu 2024” mengkaji secara mendalam bagaimana Bawaslu menjalankan fungsi pengawasannya.
ADA ketidakpastian hukum yang dihadapi pasangan suami-istri dalam mendirikan perseroan terbatas (PT) tanpa perjanjian pemisahan harta. Ini disoroti Maria JF Kelly dalam disertasinya.
Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, belum lama ini menjadi sorotan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved