Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN ini ramai dibicarakan sejumlah artis yang menikah tetapi ingin tidak punya anak alias childfree. Bagaimana hukum Islam memandang gaya hidup yang baru-baru ini viral di media sosial?
Alasan mereka melakukan hal tersebut beragam. Ada alasan psikologis, misalnya ia dilahirkan dalam keluarga yang tidak begitu mengekspresikan kasih sayang. Saat melihat anak kecil, ia sulit mengungkapkan kasih sayang.
Ada juga yang alasannya pribadi. Secara filosofis, ia memandang tidak perlu memiliki anak, karena banyak anak yang bisa kita sayangi, selain anak biologis. Misalnya, anak yatim piatu korban covid-19 atau lainnya.
Ada juga alasannya karena lingkungan hidup. Menambah anak itu sama saja menambah emisi koran dioksida pada bumi karena populasi manusia semakin padat. Mungkin masih banyak alasan lain.
Terlepas dari alasan itu semua, melansir dari @ustadzahong di Instagram, Syekh Syauqi Irahim Alam dalam fatwa nomor 4713, 5 Febuari 2019, menyoroti tentang childfree. Pertama, dalam Islam tidak ada keterangan Al-Qur'an atau hadis yang mewajibkan pasangan suami istri untuk punya anak.
Kedua, suami istri harus sepakat. Kesepakatan suami istri tidak punya anak merupakan hal yang dibolehkan dalam agama. Apalagi misalnya keduanya memiliki alasan yang jelas. Misalnya khawatir tidak dapat menjaga, menyayangi, dan mendidik anak dengan baik.
Baca juga: Kedudukan Menuntut Ilmu di antara Amalan Fardhu dan Sunah
Ketiga, ketidakinginan punya anak, menurut Syekh Ibrahim Alam, dianalogikan dengan kasus azal atau pemutusan sanggama sebelum mencapai orgasme sehingga sperma keluar di luar liang sanggama. Ini yang dulu berlaku di masa Nabi dan sahabat.
Kemepat, ingin memiliki anak atau tidak merupakan urusan individu. Yang mau memilih childfree silakan, yang mau punya anak juga ada ajurannya dalam agama. Selain itu, Syekh Ibrahim Alam juga menekankan ini masalah individu, tidak boleh dipaksakan oleh negara dalam bentuk undang-undang. (OL-14)
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Pengalaman negara seperti Jepang dan Korea Selatan menunjukkan bahwa penurunan angka kelahiran bisa berdampak serius terhadap jumlah populasi pekerja.
MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN RI, Wihaji, menyampaikan masalah remaja yang enggan menikah hingga childfree atau tak mau memiliki anak
Perempuan yang tidak pernah hamil atau melahirkan, tentu akan terhindar dari risiko medis yang terkait kehamilan seperti seperti preeklampsia, diabetes gestasional, atau trauma persalinan.
PENDUDUK yang berkualitas merupakan aset, sedangkan penduduk yang tidak berkualitas merupakan beban bagi suatu negara.
BELAKANGAN ini warganet ramai membicarakan tentang salah seorang influencer Indonesia yang tinggal di luar negeri bercuit tentang dirinya yang berprinsip childfree.
Istilah childfree atau dikenal dengan keinginan tidak mempunyai anak pada pasangan normal yang tidak memiliki masalah kesuburan sebenarnya sudah lama dikenal di negara-negara Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved