Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengungkapkan bakal memanggil periset BRIN yang menyuarakan berbagai persoalan lewat media. Dirinya ingin menanyakan langsung apa keluhan periset dan mengapa tidak menyampaikan secara terbuka kepadanya.
"Saya akan panggil dan tanya masalahnya apa. Itu pasti saya lakukan kalau namanya tercantum di media," tegas Handoko dalam konferensi pers BRIN, Jumat (20/2).
Dia menyebut bahwa peneliti itu harus egaliter. Persoalan atau kendala yang dialami bisa disampaikan secara langsung maupun lewat ponsel. Sehingga dirinya bisa mengetahui dan kemudian mengevaluasi persoalan tersebut.
Baca juga: Kepala BRIN Beralasan Penutupan BRIN Pasuruan untuk Konsolidasi
Handoko menegaskan bahwa bagi periset yang mengkritik kebijakannya tanpa menyebut nama di media, lantas tidak akan ditanggapi. Baginya kritikan seperti itu tidak perlu dipersoalkan.
"Kalau tidak ada nama saya anggap gak ada problem. Tidak ada masalah apa-apa," imbuhnya.
Lebih lanjut, periset yang dipanggil tidak akan dimutasi atau diberhentikan. Maksud pemanggil tersebut hanya sekadar untuk menyampaikan persoalan yang dialami dan mencari jalan keluar bersama.
"Tidak ada mutasi. Selama ini tidak pernah terjadi. Dipanggil ya untuk tanya problemnya apa. Kalau yang tidak sebut nama ya saya anggap gak ada problem," terangnya.
Menurutnya, yang mengkritik tanpa menyebutkan nama bisa saja hanya berdasarkan pada suka dan tidak suka. Sementara apa yang dikritik belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. (OL-17)
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
UNESCO memberikan dukungan agar inovasi ini dijadikan lembaga yg profesional dan mampu menjalankan layanan sertifikasi dan publikasi setiap karya dari para anggotanya.
Penghargaan diberikan kepada dosen yang secara mandiri maupun tim memperoleh hibah penelitian internal atau eksternal, hak paten atau kekayaan intelektual.
Skema-skema pendanaan ini terbuka untuk berbagai disiplin ilmu dan sektor, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi hasil inovasi.
ATSIRI Research Center (ARC) meraih Juara 1 di ajang Global Innovation Awards 2024 yang dilaksanakan oleh GIMI (Global Innovation Management Institute) di Barcelona, Spanyol.
Diana terpilih menjadi highlight dalam IFS annual report 2023 dari sejumlah 8000 peneliti yang berasal dari 105 negara yang mendapat hibah riset dari IFS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved