Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAJAAN Kutai dikenal sebagai kerajaan hindu tertua di Indonesia. Pada dulunya, ahli mitologi menemukan sebuah prasasti bernama Yupa dan kemudian nama Kutai mulai diketahui oleh banyak orang. Prasasti Yupa merupakan peninggalan asli dari pengaruh agama hindu dan budha yang menggunakan bahasa sansekerta dengan huruf pallawa.
Dalam Prasasti Yupa terdapat nama-nama yang memerintah Kerajaan Kutai dari Maharaja Kudungga sebagai pendiri hingga 20 generasi berikutnya.
1. Maharaja Kudungga, bergelar Anumerta Dewawarman (sebagai pendiri)
2. Maharaja Aswawarman (anak dari Raja Kudungga)
3. Maharaja Mulawarman (sebagai raja yang terkenal)
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
10. Maharaja Indra Warman Dewa
11. Maharaja Sangga Warman Dewa
12. Maharaja Candrawarman
13. Maharaja Sri Langka Dewa
14. Maharaja Guna Parana Dewa
15. Maharaja Wijaya Warman
16. Maharaja Sri Aji Dewa
17. Maharaja Mulia Putera
18. Maharaja Nala Pandita
19. Maharaja Indra Paruta Dewa
20. Maharaja Dharma Setia
Silsilah Kerajaan Kutai Kartanagera:
1. Aji Batara Agung Dewa Sakti 1300-1325 M
2. Aji Batara Agung Paduka Nira 1325-1360 M
3. Maharaja Sultan 1360-1420 M
4. Raja Mandarsyah 1420-1475 M
5. Pangerang Tumenggung Bayabaya 1475-1545 M
6. Raja Makota 1454-1610 M
7. Aji Dilanggar 1610-1635 M
8. Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martadipura 1635-1650 M
9. Pangeran Dipati Agung Ing Martadipura 1650-1665 M
10. Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martadipura 1665-1686 M
11. Aji Ragi Gelar Ratu Agung 1686-1700 M
12. Pangeran Dipati Tua Ing Martadipura 1700-1710 M
13. Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martadipura 1710-1735 M
14. Sultan Aji Muhammad Idris 1735-1778 M
15. Sultan Aji Muhammad Aliyeddin 1778-1780 M
16. Sultan Aji Muhammad Muslihuddin 1780-1816 M
17. Sultan Aji Muhammad Salehuddin 1816-1845 M
18. Dewan Perwalian 1845-1850 M
19. Sultan Aji Muhammad Sulaiman 1850-1899 M
20. Sultan Aji Muhammad Alimuddin 1899-1910 M
21. Pangeran Mangkunegoro 1910-1920 M
22. Sultan Aji Muhammad Parikesit 1920-1960 M
Peninggalan Kerajaan Kutai
1. Berisi tentang silsilah raja yang pernah memerintah dan memiliki kekuasaan di Kutai.
2. Letak strategis Kerajaan Kutai yang berada pada hilir Sungai Mahakam, yaitu Muara Kaman.
3. Tersebarnya agama hindu pada pemerintahan Raja Aswawarman.
4. Aswawarman dikatakan sebagai pendiri kerajaan dengan gelarnya “Wangsakarta”.
5. Wilayah kerajaan tertulis meliputi keseluruhan wilayah Kalimantan Timur.
6. Menceritakan kondisi kehidupan di Kutai yang aman dan sejahtera.
7. Menceritakan kebaikan serta kekuasaan Raja Mulawarman yang telah memberikan sumbangan berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana.(OL-5)
KLH/BPLH menyegel dua perusahaan di Kutai Kartanegara, Kaltim, yang diduga mencemari sungai dan berkontribusi terhadap tekanan terhadap populasi Pesut Mahakam.
DI tengah melimpahnya sumber daya alam Kalimantan Timur, ironi justru mencuat dari wajah sosial masyarakatnya.
Sepanjang 2024, kehilangan tutupan hutan alam teridentifikasi di seluruh pulau besar, dengan Kalimantan Timur dan wilayah Sumatra menjadi episentrum deforestasi tertinggi.
KLH/BPLH menentapkan dua desa bagi sebagai desa konservasi untuk perlindungan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di kawasan Sungai Mahakam,
NAHDLATUL Ulama (NU) Kalimantan Timur akan menggelar puncak peringatan Hari Lahir Satu Abad NU Miladiyah pada 31 Januari 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Penemuan arkeologi memberikan wawasan berharga tentang peradaban kuno di wilayah Kalimantan Timur dan sejarah Kerajaan Kutai. Berikut beberapa artefak peninggalan dari Kerajaan Kutai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved