Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAJAAN Kutai dikenal sebagai kerajaan hindu tertua di Indonesia. Pada dulunya, ahli mitologi menemukan sebuah prasasti bernama Yupa dan kemudian nama Kutai mulai diketahui oleh banyak orang. Prasasti Yupa merupakan peninggalan asli dari pengaruh agama hindu dan budha yang menggunakan bahasa sansekerta dengan huruf pallawa.
Dalam Prasasti Yupa terdapat nama-nama yang memerintah Kerajaan Kutai dari Maharaja Kudungga sebagai pendiri hingga 20 generasi berikutnya.
1. Maharaja Kudungga, bergelar Anumerta Dewawarman (sebagai pendiri)
2. Maharaja Aswawarman (anak dari Raja Kudungga)
3. Maharaja Mulawarman (sebagai raja yang terkenal)
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
10. Maharaja Indra Warman Dewa
11. Maharaja Sangga Warman Dewa
12. Maharaja Candrawarman
13. Maharaja Sri Langka Dewa
14. Maharaja Guna Parana Dewa
15. Maharaja Wijaya Warman
16. Maharaja Sri Aji Dewa
17. Maharaja Mulia Putera
18. Maharaja Nala Pandita
19. Maharaja Indra Paruta Dewa
20. Maharaja Dharma Setia
Silsilah Kerajaan Kutai Kartanagera:
1. Aji Batara Agung Dewa Sakti 1300-1325 M
2. Aji Batara Agung Paduka Nira 1325-1360 M
3. Maharaja Sultan 1360-1420 M
4. Raja Mandarsyah 1420-1475 M
5. Pangerang Tumenggung Bayabaya 1475-1545 M
6. Raja Makota 1454-1610 M
7. Aji Dilanggar 1610-1635 M
8. Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martadipura 1635-1650 M
9. Pangeran Dipati Agung Ing Martadipura 1650-1665 M
10. Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martadipura 1665-1686 M
11. Aji Ragi Gelar Ratu Agung 1686-1700 M
12. Pangeran Dipati Tua Ing Martadipura 1700-1710 M
13. Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martadipura 1710-1735 M
14. Sultan Aji Muhammad Idris 1735-1778 M
15. Sultan Aji Muhammad Aliyeddin 1778-1780 M
16. Sultan Aji Muhammad Muslihuddin 1780-1816 M
17. Sultan Aji Muhammad Salehuddin 1816-1845 M
18. Dewan Perwalian 1845-1850 M
19. Sultan Aji Muhammad Sulaiman 1850-1899 M
20. Sultan Aji Muhammad Alimuddin 1899-1910 M
21. Pangeran Mangkunegoro 1910-1920 M
22. Sultan Aji Muhammad Parikesit 1920-1960 M
Peninggalan Kerajaan Kutai
1. Berisi tentang silsilah raja yang pernah memerintah dan memiliki kekuasaan di Kutai.
2. Letak strategis Kerajaan Kutai yang berada pada hilir Sungai Mahakam, yaitu Muara Kaman.
3. Tersebarnya agama hindu pada pemerintahan Raja Aswawarman.
4. Aswawarman dikatakan sebagai pendiri kerajaan dengan gelarnya “Wangsakarta”.
5. Wilayah kerajaan tertulis meliputi keseluruhan wilayah Kalimantan Timur.
6. Menceritakan kondisi kehidupan di Kutai yang aman dan sejahtera.
7. Menceritakan kebaikan serta kekuasaan Raja Mulawarman yang telah memberikan sumbangan berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana.(OL-5)
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke IKN Kalimantan Timur meninjau fasilitas pendidikan dan pasar, masyarakat antusiasi berfoto dengan Gibran di IKN
Sebanyak 7 unit alat berat jenis ekskavator diamankan dari lokasi terpisah didalam kawasan Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
GUBERNUR Kalimantan Timur Rudi Mas'ud (Harum) berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan dan kebodohan di Bumi Etam.
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat di Kelurahan Lempake yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Penemuan arkeologi memberikan wawasan berharga tentang peradaban kuno di wilayah Kalimantan Timur dan sejarah Kerajaan Kutai. Berikut beberapa artefak peninggalan dari Kerajaan Kutai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved