Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI mahasiswa yang berhasil meraih prestasi yang gemilang baik secara akademik maupun non akademik merupakan dambaan bagi setiap orang.
Di universitas, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) menjelaskan bahwa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akhir seorang mahasiswa yang tinggi dan memenuhi persyaratan kampus, akan memperoleh 3 tingkatan predikat Cum Laude atau predikat dengan pujian, yakni Cum Laude, Magna Cum Laude dan Summa Cum Laude.
Sementara predikat tertinggi dari Cum Laude adalah Summa Cum Laude yang akan disandang oleh para mahasiswa dengan nilai IPK akhir di atas 3,99 atau atau sempurna yakni 4,00.
Pemegang predikat Summa Cum Laude mempunyai nilai yang sempurna pada setiap mata kuliah, lulus tepat waktu serta tidak pernah gagal dalam mata kuliah. Tidak heran jika predikat Summa Cum Laude menjadi dambaan bagi setiap mahasiswa.
Salah satu mahasiswa berprestasi penyandang predikat Summa Cum Laude adalah Hengky Sanjaya yang merupakan peraih medali perak dalam ajang WorldSkills Competition yang diselenggarakan di Kazan Rusia pada Agustus 2019 lalu.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh WorldSkills itu diketahui diadakan setiap dua tahun sekali, dan pada penyelenggaraan WorldSkills ke-45 di Kazan kemarin diikuti oleh 1.354 profesional muda dari 63 negara dan wilayah.
Terdapat 56 keterampilan di berbagai industri yang dilombakan, namun secara garis besar keterampilan yang dikompetisikan dalam WorldSkills Competition meliputi Construction and Building Technology, Creative Arts and Fashion, Information and Communication Technology, Manufacturing and Engineering Technology, Social and Personal Services dan Transportation and Logistics.
Dalam kemenangannya di ajang Worldskills Competition Kazan 2019 ini, Hengky Sanjaya sempat mendapat kesempatan undangan oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka pada 14 Agustus 2019.
Tak hanya itu saja, Hengky Sanjaya juga meraih berbagai prestasi tingkat nasional dan internasional yang lain diantaranya adalah Lomba Kompetisi Siswa Nasional tahun 2017, meraih medali emas di ASEAN Skills Competition (ASC) Thailand 2018, WorldSkills Asia Abu Dhabi 2018.
Baca juga : Songsong Tahun 2023, Wall Street English Buka Center Ke-9 di BSD City
Pemuda kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat ini mengaku sering berlatih dengan keras setiap harinya selama 8 bulan ketika akan berangkat untuk bertanding ke ajang Worldskills Competition Kazan 2019.
Hengky sempat down dan terkejut lantaran yang ia latih selama ini ternyata ada yang tidak boleh digunakan dan ada hal baru yang belum pernah ia coba.
Namun, ia terus mencari solusi hingga akhirnya berhasil menyabet medali perak dalam ajang tersebut.
Disamping prestasinya di bidang non-akademik yang gemilang tersebut, Hengky Sanjaya tidak melupakan pembelajaran mata kuliahnya di kampus.
Hengky Sanjaya yang merupakan mahasiswa program Computer Science di Binus Internasional berhasil lulus pada tahun ini dan berhasil menjadi lulusan peraih IPK terbaik dengan predikat Summa Cum Laude.
Tahun ini, Binus University berhasil meluluskan kurang lebih 5.887 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang yang berbeda mulai dari D4, S1, Profesi, S2, dan S3.
Perguruan Tinggi Binus dikenal sebagai salah satu universitas di Indonesia dengan mutu dan kualitas terbaik serta memiliki program Internasional.
Program tersebut menawarkan para mahasiswa dan mahasiswi untuk tetap melanjutkan masa studi kuliah di Indonesia dengan kurikulum Internasional tanpa harus pergi ke luar negeri.
Prestasi yang diraih oleh Hengky Sanjaya membuktikan bahwa Binus berkontribusi untuk memajukan Indonesia yang lebih unggul dengan mencetak lulusan yang dapat bersaing baik di nasional maupun internasional dan menjadikan BINUS termasuk dalam top perguruan tinggi terbaik.
“Binus International adalah universitas terbaik buat saya. Komunitas internasional menjadikan kesempatan saya untuk bisa mendapatkan banyak pencapaian di level internasional. Terakhir, saya ingin menjadi orang yang bisa memberikan dampak positif bagi Indonesia.” Ungkap Hengky Sanjaya. (RO/OL-7)
Wisuda merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik lulusan. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved