Rabu 25 Januari 2023, 17:15 WIB

Aplikasi SIPLah Mudahkan Sekolah Kelola Dana BOS

Faustinus Nua | Humaniora
Aplikasi SIPLah Mudahkan Sekolah Kelola Dana BOS

Ist
Aplikasi SIPlah

 

KEHADIRAN aplikasi SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah) sebagai platform pengadaan barang/ jasa yang dibutuhkan sekolah memang menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai bahwa harga barang yang ada dalam aplikasi tersebut masih terlampau mahal jika dibandingkan dengan e-commerce lain.

Meski demikian, kehadiran SIPLah justru dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sekolah mendapatkan kemudahan, termasuk dalam urusan administrasi dan laporan pertanggungjawabannya (SPj).

"Belanja di SIPLah itu mudah dan tidak ribet urusan SPJ-nya," ujar Kepala Sekolah SMAN 88 Jakarta, Casikin Icuk Yunadi kepada Media Indonesia, Rabu (25/1).

Dijelaskan Icuk Yunardi, selama ini dalam praktik belanja yang dilakukan SMAN 88 memang tidak semuanya dilakukan melalui aplikasi tersebut. Pihaknya membeli barang di SIPLah sesuai kebutuhan dan ketersediaan barang yang disarankan oleh pemerintah.

Menurutnya, harga barang yang ada di SIPLah juga tidak terlampau mahal. Paling ada satu dua item barang yang mahal tetapi juga tergantung pada kebutuhan sekolah untuk membeli atau tidak.

"Harganya standar, sesuai pasaran juga. Barang yang banyak dibeli di SIPLah itu seperti alat elektronik, ATK. Kalau yang diluar itu biasanya ke perawatan sarana, tidak ada di SIPLah," jelasnya.

Kepala SMAN 53 Jakarta Herawati Sihombing juga mengakui mudahnya berbelanja kebutuhan sekolah di aplikasi SIPLah. Sejauh ini, dirinya tidak merasa ada barang yang sangat mahal dibandingkan dengan e-commerce lain.

"Harganya bersaing. Kita juga sering mengecek harga-harga di di tempat lain. Ada satu dua yang lebih mahal tapi tidak sampai 2 atau 3 kali lipat," jelasnya.

Herawati menekankan pada transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS yang didukung aplikasi SIPLah. Hal itu tentu memudahkan pihak sekolah dalam pelaporannya.

"Itu kan lebih mudah buat urus administrasi dan pelaporan. Jadi memang untuk transparansi bisa dilihat di situ," kata Herawati.

Berdasarkan anjuran dari Dinas Pendidikan, jelasnya, sekolah diminta membeli barang di aplikasi SIPLah. Akan tetapi ada sejumlah item barang yang belum ada pada aplikasi tersebut, sehingga dia berharap ke depan makin banyak item barang yang tersedia.

"Kita berharap barang-barang yang kecil-kecil itu kan banyak belum ada, ya ke depan bisa ada juga di SIPLah. Kalau makin banyak harganya juga makin bersaing dan pilihan itu bisa banyak lagi untuk sekolah," tambahnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Amiruddin A.R

Pupuk Urin Sapi Buatan Mahasiswa USK Raih Juara II LKTIN

👤Amiruddin A.R 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:00 WIB
MAHASISWA Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, meraih Juara II di Lomba Karya Tulis Ilmiah...
Medcom

Perempuan Rentan Jadi Korban Pinjol Karena Ketidaksetaraan Literasi Finansial

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 23:20 WIB
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan perhatian akan maraknya fenomena pinjaman online (pinjol)...
Antara/Yulius Satria Wijaya

Semangat Gotong Royong Jadikan Kalsel Tiga Besar Turunkan Stunting

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 22:04 WIB
Semangat Gotong Royong Jadikan Kalsel Tiga Besar Turunkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya