Selasa 24 Januari 2023, 12:45 WIB

Karbon Dioksida, Manfaat dan Bahayanya

Joan Imanuella Hanna Pangemanan | Humaniora
Karbon Dioksida, Manfaat dan Bahayanya

Dok Kemenkeu
Ilustrasi

 

KARBON dioksida adalah senyawa kimia yang sering disebut juga sebagai zat asam arang. Karbon dioksida terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. 

Senyawa kimia ini berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar. Karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang dapat menyerap inframerah dengan kuat.

Baca juga: Ini Penyebab Efek Rumah Kaca dan Dampaknya bagi Bumi

Karbon dioksida atau CO2 merupakan  gas cair tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, sedikit asam dan lebih berat daripada udara dan larut dalam air.

Manfaat Karbon Dioksida

  1. Dalam jumlah yang banyak dari karbon dioksida digunakan untuk membuat zat pendingin pada refrigerator. 
  2. Karbon dioksida juga digunakan untuk zat pemadam kebakaran yang apinya tidak bisa dipadamkan oleh api. Salah satunya adalah kebakaran pada laboratorium oleh zat zat yang jika dengan air tidak padam atau bahkan lebih membahayakan. 
  3. Digunakan sebagai campuran pada gas-gas medis di rumah sakit. 
  4. Digunakan dalam produksi minuman bersoda. 
  5. Mengatur tingkat keasaman (pH) darah dan mendukung proses pernapasan. Bila tubuh kekurangan atau kelebihan jumlahnya, dapat terjadi gangguan keseimbangan asam basa dan keracunan karbon dioksida. 
  6. Deburring dan grinding. 
  7. Netralisasi. 
  8. Aplikasi fabrikasi logam. 
  9. Obat-obatan: campuran obat pendukung metabolisme. 
  10. Plastik Berbusa: ekstraksi superkritis.

Bahaya Karbon Dioksida 

  1. Jika dihirup terlalu berlebihan akan mengakibatkan keracunan karbon dioksida, yaitu asidosis. Kondisi ini menyebabkan oksigen dalam darah sulit untuk dilepaskan ke dalam sel tubuh. Akibatnya tubuh dapat kekurangan oksigen. 
  2. Dapat menyebabkan mual, muntah, pusing, sakit kepala dan detak jantung meningkat, dalam kasus parah dapat terjadi kejang, koma hingga kematian. 
  3. Dapat menyebabkan gejala sesak napas, pusing, dada berdebar, kelelahan, mual, muntah, pucat hingga koma.
  4. Perubahan suhu lautan dan perubahan arus laut. 
  5. Gletser mencair dan naiknya permukaan air laut yang mengancam tenggelamnya daerah pesisir.
  6. Perubahan cuaca ekstrem dan secara drastis serta musim yang dapat melambat atau datang lebih cepat. (OL-1)

Baca Juga

MI

Kasus Gagal Ginjal Anak di Surakarta bukan Termasuk GGAPA

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:30 WIB
"Tidak memenuhi kriteria gagal ginjal akut karena setelah ditangani dengan tata laksana yang biasa kondisinya...
Antara/Maulana Surya.

Punya Urusan? Baca Basmalah dan Rahasia Angka 19

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:17 WIB
Ada sejumlah zikir, doa, atau amalan untuk memudahkan umat Islam dalam menyelesaikan suatu...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Resmi Dibuka, OSC 2023 Sediakan 80 Beasiswa Penuh Jenjang S2

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:04 WIB
Untuk OSC S2 tahun ini tersedia 80 beasiswa penuh untuk studi S2. Peserta dapat memilih 11 perguruan tinggi swasta unggulan di 5 kota yakni...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya