Kamis 19 Januari 2023, 09:23 WIB

Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Joan Imanuella Hanna Pangemanan | Humaniora
Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Petani menunjukkan baglog (media tanam) jamur tiram

 

BUDIDAYA jamur tiram dapat Anda jadikan hobi di rumah. Jamur tiram mempunyai manfaat yang sangat beragam untuk tumbuh. Proses tumbuhnya juga tidak memakan waktu yang lama, yaitu hanya sekitar 4 bulan. Jamur tiram dapat tumbuh dengan kondisi-kondisi seperti di bawah ini:

1. Derajat keasaman yang normal atau pada kisaran angka 6,8-7.
2. Kelembaban habitat pada kisaran 60-70%. Kemudian untuk pertumbuhan badan jamur memerlukan kelembaban 90%.
3. Sinar matahari secara tidak langsung. 
4. Jamur membutuhkan oksigen dan karbondioksida yang cukup.

Media Penanaman

1. Rak jamur tiram – biasanya terbuat dari bilik bambu ataupun tembok permanen.

2. Baglog – media utama yang berbentuk silinder, dibungkus dengan plastik dan dilubangi untuk jamur tiram yang akan tumbuh keluar.

Cara Budidaya Jamur Tiram

1. Pemilihan bibit yang baik – Pilih bibit jamur dengan BER sekitar 75%, pastikan miselium berwarna putih dan tumbuh merata pada media. Pastikan bibit jamur belum kadaluarsa.

2. Pembuatan media – Campuran bekatul, serbuk gergaji atau derajat, dan kapur dapat mengeluarkan jamur tiram dengan perbandingan yang sesuai yakni 100 kg grajen serta 10 kg bekatul, serta 1-2 kg kalsium dan kapur.

3. Fermentasi media – Fermentasi berfungsi untuk membunuh jamur liar lain yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Tanah juga dapat mengalami proses pelapukan atau pengomposan pada media. Media tanam hanya perlu didiamkan selama 5-10 hari.  

4. Proses inokulasi baglog – Setelah baglog dipindahkan ke tempat inokulasi, diamkan kembali selama 1x24 untuk kembali ke suhu normal. Sirkulasi udara di sekitar juga harus berjalan dengan baik untuk mencegah spora patogen.

5. Masa inkubasi – Mikroorganisme akan diinokulasikan pada media yang telah disediakan, sehingga pembudidaya dapat memantau pertumbuhannya. Ruang inkubasi harus memenuhi aturan-aturan tertentu supaya miselium dapat tumbuh dengan cepat.

Pencegahan Hama Jamur 

Pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan formalin yang dilakukan secara berkala di daerah sekitar kumbung. Penyemprotan tidak boleh dilakukan terlalu sering karena obat buatan dapat merusak jamur.

Kehigienisan lingkungan tempat bertumbuhnya jamur juga harus dijaga. Bersihkan kumbung dengan formalin. Kepik yang biasanya hinggap pada pangkal jamur dapat ikut terbasmi.

Jamur dan ampas yang tidak dipakai bisa dibersihkan atau dibuang. Jamur-jamur kecil yang masuk dalam keluarga hama tidak boleh dibiarkan tumbuh lebih lama. Ventilasi udara dapat dibuka saat musim hujan. Penyiraman yang dilakukan terlalu sering dapat menambah kelembaban udara.

Masa Panen Jamur Tiram

Jika dirawat dengan baik, jamur dapat dipanen sebanyak 5-8 kali. Berat baglog bisa mencapai 1 kg dengan 0,7-0,8 kg berat jamur. Tahap panen bisa dilakukan selama 5-7 hari di waktu siang atau sore hari, tergantung banyaknya jamur yang dihasilkan.

  • Jamur Harus Disayat dengan Baik
  • Pilih Jamur Terbaik
  • Jangan Terlambat Memanen
  • Langsung Dikemas

(OL-5)

Baca Juga

Kemenag

BPJPH Beri Konsultasi Sertifikasi Halal Gratis di Pameran Satu Abad NU

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:50 WIB
BPJPH membuka layanan konsultasi Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2023 pada Pameran 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa...
Kemenag

Kementerian Agama Waspadai Isu Fanatisme Kelompok di Tahun Politik

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:35 WIB
WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta jajaran Kemenag mewaspadai isu fanatisme kelompok di tahun...
Antara

Pemerintah Siapkan Program Haji Ramah Lansia dan Berkebutuhan Khusus

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:25 WIB
KEMENTERIAN Agama menyiapkan program Haji Ramah Lansia dan Haji Berkebutuhan Khusus untuk pelaksanaan musim haji tahun ini karena banyaknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya