Selasa 17 Januari 2023, 16:50 WIB

Pengertian Teks Biografi, Struktur, Ciri, dan Contoh

Meilani Teniwut | Humaniora
Pengertian Teks Biografi, Struktur, Ciri, dan Contoh

DOK Kemendikbud.
Sampul buku Bahasa Indonesia.

 


PERNAHKAH kamu mendengar kata biografi? Seperti yang kita ketahui, biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. 

Lalu bagaimana dengan teks biografi? Apakah sama? Nah bagi kamu yang ingin memahami tentang teks biografi, artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, jenis, manfaat, dan contoh dari teks biografi.

Pengertian teks biografi

Teks biografi adalah teks yang menceritakan tentang suatu tokoh beserta kehidupannya. Teks ini bertujuan menyampaikan dan memberikan keteladanan bagi pembaca akan kisah tokoh yang diangkat. Sebaliknya, banyak pula biografi yang ditulis untuk mengisahkan tokoh terkenal dengan keburukan dan kejahatannya. Penulisan ini dengan tujuan pembelajaran agar kita terhindar dari keburukan tersebut.

Banyak sekali teks biografi yang bisa kita akses secara online. Salah satunya yang paling terkenal ialah Wikipedia. Kisah para tokoh-tokoh besar maupun kecil tertulis di sana. Teks biografi disusun untuk memberikan edukasi terkait perjalanan kisah tokoh yang ditulis.

Struktur dari teks biografi

Struktur pada teks sendiri memiliki fungsi sebagai kerangka untuk membangun isi cerita dari teks biografi.

1. Orientasi.

Bagian pertama dari struktur teks biografi ialah orientasi. Rangkaian orientasi memuat awalan atau pengenalan tentang tokoh yang diangkat. Pengenalan dari tokoh di awal teks biografi cukup ditulis secara umum saja. 

Sebelum menulis orientasi atau pengenalan pada teks biografi, kamu perlu menyiapkan informasi tentang nama tokoh, latar belakang keluarga tokoh, riwayat pendidikan, hingga alamat rumah dari tokoh. Kemudian informasi yang telah berhasil diperoleh tersebut dapat ditulis dengan menggunakan gaya penulisan naratif.

2. Peristiwa dan masalah.

Bagian kedua dari struktur teks biografi ialah peristiwa dan masalah atau sering disebut juga dengan rangkaian peristiwa. Peristiwa dan masalah memiliki isi tentang peristiwa yang pernah dialami oleh tokoh secara urut. Dalam penulisan peristiwa dan masalah dalam teks biografi juga seharusnya ditulis sesuai dengan ketentuan waktu.

Dalam penulisan teks biografi biasanya penulis menyajikan setiap pengalaman yang pernah dialami tokoh dengan disertai persoalan dan konflik. Hal ini akan lebih memudahkan pembaca dalam memahami setiap peristiwa yang pernah dialami tokoh sehingga dapat dijadikan pembelajaran yang sangat baik. Selain menuliskan pengalaman, persoalan atau konflik dari tokoh, penulis perlu menyajikan solusi yang dilakukan tokoh sehingga memperkuat muatan pada teks biografi.

3. Reorientasi.

Bagian ketiga dari struktur teks biografi ialah reorientasi atau penutup. Beberapa ahli menyebutkan bahwa reorientasi sebenarnya merupakan struktur yang bersifat opsional. Hal itu berarti struktur ini boleh ada dan boleh tidak ada dalam teks biografi. Reorientasi ini biasanya memuat beberapa pendapat dari penulis, mulai dari tanggapan dari penulis terhadap tokoh yang ditulis dan simpulan dari penulis tentang cerita tokoh.

Namun, dari tiga struktur yang paling banyak digunakan dalam teks biografi tersebut, Mulyadi mengungkapkan bahwa penulisan teks biografi tidak memiliki struktur yang mutlak untuk digunakan. Penulis memiliki kebebasan dalam menyusun cerita tentang tokoh. Hal yang paling penting dalam penulisan teks biografi ialah kemampuan penulis dalam menggambarkan peristiwa yang dialami tokoh yang diangkat.

Ciri-ciri teks biografi

1. Teks biografi harus berisi tentang fakta dari pengalaman hidup dari tokoh.

2. Teks biografi memiliki bentuk penyajian narasi atau penceritaan.

3. Teks biografi menceritakan peristiwa penting yang pernah dialami tokoh dalam hidupnya, sehingga pembaca mendapatkan inspirasi, motivasi, dan tentunya teladan bagi kehidupannya.

Contoh teks biografi

a. Contoh teks biografi pertama.

Raden Ajeng Kartini lahir pada 1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan.

Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut. Ia ingin menentang tetapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lain yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya. Tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). 

Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya di dapur tetapi juga harus punya ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lain. Di tengah kesibukannya, ia tidak berhenti membaca dan menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak beberapa lama ia menulis surat kepada Mr JH Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh kedua orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah, ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya, Kartini berhasil mendirikan sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 September 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putera pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis Tot Licht yang berarti Habis Gelap Terbitlah Terang.

b. Contoh teks biografi beserta analisis strukturnya.

Orientasi

Joanne Kathleen Rowling atau JK Rowling merupakan penulis yang sempat menggemparkan dunia. Keberhasilannya mengantar tiga novel seri remaja Harry Potter membuatnya dikenal di publik. Bagaimana tidak, novel tersebut terus menjadi best seller saat itu. Dengan penggemarnya hasil karya itu membuat kekayaan Rowling meningkat pesat. Jumlah pendapatan kian bertambah saat seri keempat Harry Potter rilis dan menjadi buku yang paling laris di dunia. Total penjualan novel keempat Harry Potter dan Piala Api menyentuh angka 450 juta kopi.

Peristiwa penting

JK Rowling lahir pada 31 Juli 196 di Yate, Inggris. Beliau merupakan seorang kutu buku dan gemar menulis cerita. Saat remaja, beliau bersekolah menengah di Wydeyan. Sebetulnya, Rowling ingin melanjutkan sekolah di Universitas Oxford, sayangnya tidak berhasil tembus. Jadi, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di jurusan bahasa Prancis di Universitas Exeter. Setelah berhasil lulus, sang penulis memutuskan bekerja sebagai seorang pengajar.

Kisah penulisan novel Harry Potter muncul di benak JK Rowling saat kereta yang ditumpanginya mengalami keterlambatan. Rowling berencana untuk melakukan perjalanan dari Manchester menuju London pada 1990. Dari mulai penulisan, ada banyak lembaran yang berhasil ditulis. Ribuan lembar kertas berhasil ditulis dengan penuh jerih payah. Perjuangannya tak usai dengan memutuskan untuk mengetiknya pada mesin ketik lama. Bahkan penulisan harus berulang kali agar semua naskah terkumpul dan nantinya bisa dikirim ke berbagai penerbit.

Reorientasi

Setelah naskah selesai ditulis, perjuangan JK Rowling belum usai. Sebab, kebanyakan dari penerbit menolaknya. Terhitung ada delapan perusahaan penerbitan menolaknya. Untungnya, ia tidak pernah menyerah begitu saja. Sifat pantang menyerah demikian membuatnya berhasil diterima di kantor penerbit bernama Bloomsbury. Tercatat Bloomsbury pula yang menjadi pertama yang menerbitkan novel Harry Potter pada Juni 1997. Penjualan novel sampai menjadi best seller dengan total pendapatan mencapai 4.000 dolar. Keberuntungan kian datang setelah kisah Harry Potter berhasil begitu diidolakan dan laku di pasaran. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Cara Atasi Penuaan Kulit: Tujuh Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:29 WIB
Penuaan ekstrinsik adalah agresi eksternal  seperti polusi atau sinar UV dan kebiasaan gaya hidup seperti merokok atau makan...
Antara

PGI Minta Presiden Perhatikan Kasus Larangan Beribadah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:24 WIB
PGI mencatat setidaknya ada lima peristiwa diskriminasi dan intoleransi sejak 17 Januari 2023. Larangan itu dengan alasan rumah ibadah...
DOK/TACO

TACO Dukung Pameran Seni Rupa Art Jakarta Gardens

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:05 WIB
Pagelaran Art Jakarta Gardens kali ini menjadi awal bagi TACO untuk mendukung industri kreatif Indonesia pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya