Kamis 29 Desember 2022, 17:31 WIB

Noor Huda Libatkan Pelaku Terorisme dalam Film Kontra Narasi Radikalisme

mediaindonesia.com | Humaniora
Noor Huda Libatkan Pelaku Terorisme dalam Film Kontra Narasi Radikalisme

Ist
Pembuat film pendek sekaligus Founder Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda.

 

PAKAR terorisme sekaligus pembuat film Noor Huda Ismail mengatakan bahwa dirinya sengaja melibatkan langsung para pelaku aksi terorisme dalam pembuatan filmnya untuk membuat karyanya relatable dengan pengakuan para pelaku.
 
"Karena merekalah yang pernah bagian dari kelompok ini (teroris). Mereka tahu telah dibohongi oleh kelompok lama, jadi mereka punya energi untuk melawan narasi-narasi lama mereka. Kita di luar yang paham dengan komunikasi sehingga narasinya betul-betul mengena. Jadi enak ditonton," ucap Noor Huda seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis (29/12).
 
Noor Huda adalah orang di balik layar pembuatan konten-konten narasi terkait terorisme melalui film pendek dan buku. Beberapa film pendeknya antara lain 'Jihad Selfie', 'Cross Fire', dan 'Kecewa karena Bapak menjadi Teroris'.
 
Dalam film-filmnya, ia melibatkan langsung para pelaku aksi terorisme. Salah satunya adalah Munir Kartono di film 'Kecewa karena Bapak menjadi Teroris'. Munir pernah empat tahun hidup di penjara akibat terlibat pendana terorisme kasus bom Mapolres Surakarta.
 
Dari film-film itu, founder Yayasan Prasasti Perdamaian ini  mengungkapkan bahwa virus-virus radikalisme dan terorisme merasuki seseorang tidak hanya dari jalur agama, tetapi bisa dari masalah sosial lainnya.


Baca juga: 2.356 Orang Jadi Korban Perdagangan Orang dan Separuhnya Anak-Anak

 
Contohnya Munir Kartono, ia teradikalisasi berawal dari masalah keluarga yang tidak terselesaikan sehingga ia mencari jalan keluar di luar rumah.

Dari sanalah ia bersentuhan dengan radikalisme yang membawanya berkawan dengan tokoh ISIS Indonesia, yaitu Bahrun Naim. Bahkan, Munir dan Bahrun Naim membicarakan rencana aksi terorisme sambil bermain biliar.
 
"Ada banyak cara pintu masuknya, gak hanya pengajian bahkan main biliar saja bisa jadi (teroris). Kecewa dengan keluarga juga bisa jadi.
Untuk itulah semua pihak harus terlibat dalam mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme ini. Kalau ambil istilah BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), berbagai sektor harus terlibat," tutur Huda.
 
Penguatan narasi kebangsaan, kedamaian, dan keagamaan yang benar harus terus diberikan kepada anak muda agar mereka memiliki imunitas dan kemampuan melawan paham-paham kekerasan itu.
 
Oleh karena itu, keberadaan Duta Damai Dunia Maya BNPT menjadi solusi dalam menyebarkan pesan-pesan persatuan, perdamaian, toleransi, dalam rangka mencegah anak muda terpapar radikalisme dan terorisme.
 
Dengan keberadaan Duta Damai Dunia Maya BNPT di 18 provinsi ini, Noor Huda berharap mereka bisa mengungkapkan berbagai jenis radikalisme berbeda yang muncul di berbagai provinsi. Itu penting agar masyarakat tahu bahwa radikalisme itu tidak hanya berbasis agama saja, tetapi juga bermacam-macam penyebabnya.
 
"Saya senang ada teman-teman dari Ambon dan Papua. Saya harapkan mereka bisa bikin konten tentang jenis radikalisme yang tidak melulu karena Islam saja," ucapnya. (Ant/OL-16)

Baca Juga

Ist

Cara Atasi Penuaan Kulit: Tujuh Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:29 WIB
Penuaan ekstrinsik adalah agresi eksternal  seperti polusi atau sinar UV dan kebiasaan gaya hidup seperti merokok atau makan...
Antara

PGI Minta Presiden Perhatikan Kasus Larangan Beribadah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:24 WIB
PGI mencatat setidaknya ada lima peristiwa diskriminasi dan intoleransi sejak 17 Januari 2023. Larangan itu dengan alasan rumah ibadah...
dok.ist

Mak Ganjar Lampung Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan dengan Metode Ecoprint

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:05 WIB
SUKARELAWAN Mak Ganjar Lampung melanjutkan kegiatan positif dengan menyasar kaum ibu-ibu yang ada di provinsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya