Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengajak seluruh Pejabat Tinggi Madya di lingkungan BRIN untuk berdialog dengan para Pemimpin Redaksi (Pemred) dari berbagai media. Salah satu yang disampaikan Handoko kepada para Pemred yakni mekanisme penyusunan kebijakan pembangunan yang nantinya disampaikan kepada Kementerian/Lembaga terkait.
Handoko menjelaskan, lahirnya BRIN sebagai satu-satunya lembaga riset yang dimiliki Pemerintah, mempunyai tugas untuk melakukan dan mengelola riset untuk berbagai bidang. Selain itu, BRIN juga mempunyai tugas menyusun sebuah kebijakan yang dibutuhkan oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.
“Tiga dari tujuh kedeputian BRIN menjadi bagian dari pembuat dan nantinya memberikan rekomendasi kebijakan kepada kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah tentunya,” kata Handoko pada Forum Diskusi Pemimpin Redaksi Media BRIN, Jakarta, Senin (12/12).
Dikatakan Handoko, kedeputian yang terlibat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan terkait Kementerian/Lembaga yakni kedeputian bidang Kebijakan Pembangunan. Sedangkan kedeputian yang terlibat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan terkait pemerintah daerah adalah kedeputian Bidang Riset dan Inovasi Daerah.
“Rekomendasi kebijakan yang telah disusun diserahkan kepada pihak terkait sebagai bahan pengambilan keputusan oleh pemerintah dan ini sifatnya tidak dapat dipublikasikan kepada publik, karena ini masih dalam proses pengambilan kebijakan,” lanjutnya.
Pengambilan kebijakan ini ditegaskan Handoko, sudah menjadi kewajiban pemerintah termasuk BRIN. Kebijakan yang diambil tidak semata-mata bertujuan memuaskan semua pihak, namun lebih kepada mempertimbangkan kepentingan bangsa dalam jangka panjang.
Handoko menyebutkan, mekanisme penyusunan kebijakan yang dilakukan BRIN adalah melalui diskusi dengan pihak pemangku kepentingan baik di lingkungan Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah. Pemangku kepentingan untuk tingkat Kementerian/Lembaga sebanyak 84, namun utamanya terdiri dari 34 Kementerian/Lembaga. Sedangkan untuk tingkat pemerintah daerah melibatkan 514 Pemerintah Kota/Pemerintah Kabupaten ditambah dengan 34 Pemerintah Provinsi.
“Dari hasil diskusi tersebut, BRIN memberikan rekomendasi kepada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah yang sifatnya tertutup mengingat hal ini masih dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.
Dalam diskusi dengan Pemred kali ini, juga dibahas masih kurangnya informasi terkait hasil penelitian yang dilakukan BRIN kepada masyarakat. Banyak penelitian yang belum diketahui oleh masyarakat, padahal pemerintah melalui BRIN telah melakukan berbagai macam riset yang sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat.
Handoko mengharapkan adanya engagement dengan pihak media supaya informasi tentang riset BRIN dapat diketahui masyarakat. “Media dapat terlibat di berbagai kegiatan yang dilakukan BRIN, misalnya pada waktu hari layar yang dilaksanakan setiap tahun empat sampai lima batch, dan para jurnalis dari berbagai media dapat mengikuti ekspedisi tersebut,” harapnya.
“Ikut saja dalam ekspedisi yang diselenggarakan BRIN, kami tidak akan mengatur apa yang akan dikerjakan peserta ekspedisi. Para awak media bebas membuat liputan mulai dari aktivitas perisetnya atau bagian lain yang menarik untuk dipublikasikan,” ujar Handoko.
Selain itu, Handoko memberikan opsi kepada para awak media untuk dapat melakukan liputan langsung ke beberapa laboratorium yang dimiliki BRIN. Dengan adanya keterlibatan para jurnalis untuk terjun langsung ke lokasi, maka diharapkan banyak bahan publikasi yang dapat disampaikan kepada masyarakat. “Kalau mengharapkan para perisetnya yang menulis dengan bahasa yang populer, itu tidak mudah,” lanjutnya.
Handoko memastikan, jika para awak media dapat melakukan liputan dengan datang langsung ke lokasi atau mengikuti kegiatan para periset, maka akan dapat membuat tulisan yang lebih bagus dan mendalam. (H-1)
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Keberadaan Arsinum sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih dan air minum setelah bencana.
BAYANGKAN sebuah tsunami menghantam pulau tak berpenghuni di salah satu gugus kepulauan Indonesia, menyapu bersih pohon dan berbagai habitat.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
Corporate Forum for Community Development (CFCD) menggelar Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 Tahun 2025.
BUPATI Mimika, Johannes Rettob, menerima piagam penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved