Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TRIKORA atau Tiga Komando Rakyat berperan penting dalam konflik Indonesia dan Belanda yang kembali memanas dalam upaya perebutan Irian Barat. Trikora dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada 1961.
Pada waktu itu, Soekarno ingin menyelesaikan masalah Irian Barat dengan cara radikal. Isi dari Trikora sebagai berikut:
1. Gagalkan pembentukan negara Papua.
2. Kibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat.
3. Bersiap untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dam kesatuan tanah air dan bangsa.
Masalah tersebut bukan sekadar wilayah yang masih berada di tangan kolonialis, tetapi juga menyangkut harga diri sebuah negara berdaulat. Keluarnya Trikora menjadi pertanda bahwa Presiden Soekarno meninggalkan usaha diplomasi dengan pihak Belanda. Indonesia harus siap dengan segala risiko yang dihadapi.
Merujuk pada salah satu keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), 23 Agustus hingga 2 September 1949, yang menjadi latar belakang masalah tersebut jika Belanda tidak mau membicarakan masalah Irian Barat. Kedudukan Irian Barat akan ditentukan selambat-lambatnya satu tahun setelah pengakuan kedaulatan. Kenyataannya setelah ditunggu-tunggu, Belanda tidak mau membicarakan itu.
Pada 2 Januari 1962, Presiden Soekarno telah mempersiapkan untuk merebut Irian Barat. Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan Nomor 1 Tahun 1962 untuk membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.
Indonesia pun meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dan Belanda. Namun, AS menolak permintaan tersebut hingga Presiden Soekarno harus menggunakan kekuatan persenjataan dengan bantuan dari Uni Soviet.
Kemudian, pada 1962 AS mulai menekan Belanda untuk menyelesaikan sengketa. Ini untuk mengantisipasi timbulnya terjadi peperangan. Desakan tersebut juga untuk mencegah terseretnya Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam konfrontasi langsung di Pasifik.
Pada 15 Agustus 1962, ditandatangani Persetujuan New York antara Indonesia dan Belanda. Isi perjanjian tersebut, yakni:
• Pemerintah Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada penguasa pelaksana sementara PBB, yaitu United Nation Temporary Executive Authority (UNTEA) pada 1 Oktober 1962.
• Pada 1 Oktober 1062, bendera PBB akan berkibar di Irian Barat berdampingan dengan bendera Belanda. Selanjutnya akan diturunkan pada 31 Desember 1962 dan digantikan bendera IndIndonesia mendampingi bendera PBB.
• Pemerintah UNTEA berakhir pada 1 Mei 1963 dan pemerintah selanjutnya diserahkan kepada pihak Indonesia.
• Pemulangan orang-orang sipil dan militer Belanda harus selesai pada 1 Mei 1963.
• Rakyat Irian Barat diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatnya tetap di wilayah Indonesia atau memisahkan diri.
• Kemudian diselenggarakan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat). Hasil Pepera disetujui pada 19 Desember 1969 dan membuktikan bawah Irian Barat bagian dari Indoenesia.
Akhirnya Irian Barat berada di bawah pengawasan Indonesia pada 1963 setelah penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan. Peristiwa tersebut membanggakan karena dengan diplomasi berhasil mengembalikan Irian Barat tanpa penggunaan persenjataan yang lebih jauh. Bantuan senjata dari Uni Soviet tidak dipergunakan sepenuhnya oleh Soekarno. (OL-14)
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Dari tujuh presiden Indonesia, lima di antaranya pernah berpidato di Sidang Umum PBB, yakni Soekarno, Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.
Al Barghouti juga mengenang kedekatan sejarah kedua bangsa dan berharap Indonesia terus ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Awalnya proklamasi kemerdekaan RI direncanakan di Lapangan Ikada. Namun, Soekarno memutuskan membacakannya di rumah. Ini alasan di balik keputusannya.
DALAM rangka memperingati Bulan Bung Karno, organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar Soekarno Padel Open 2025, Sabtu (28/6).
JIKA kita mengikuti berita-berita dari luar negeri, khususnya mengenai perlakuan Israel terhadap Palestina, hati kita sebagai pendukung historis Palestina menjadi kesal dan mendongkol.
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved