Senin 28 November 2022, 21:26 WIB

30 Contoh Soal Psikotes Kerja dan Jawabannya

Meilani Teniwut | Humaniora
30 Contoh Soal Psikotes Kerja dan Jawabannya

Antara/Nova Wahyudi.
Puluhan pasangan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Sumsel 2018 mengikuti psikotes di Aula RSUP Muhammad Hoesin Palembang, Sumsel.

 

DALAM proses rekrutmen karyawan, HRD perusahaan biasanya akan menilai karakter dan kemampuan calon karyawan menggunakan soal psikotes.

Psikotes merupakan alat atau sarana bagi psikolog untuk dapat memahami secara utuh berbagai aspek psikologi individu agar dapat memberikan gambaran (profil psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut.

Dilansir dari Chron, psikotes bahkan dapat menggambarkan respons seseorang menghadapi kondisi yang penuh tekanan dan tetap bisa bekerja dengan baik dalam kondisi tersebut.

Dengan memprediksi performa seorang kandidat melalui psikotes, rekruter dapat memperkirakan produktivitas kandidat ini dan turnover karyawan nanti.

Baca juga: Pernah Diminta Gambar Pohon Saat Psikotes? Ini Penjelasannya

Lantas, soal psikotes apa saja jenis soal psikotes dan contoh soalnya? Berikut penjelasan dan contoh-contohnya. 

Jenis soal psikotes

1. Tes IQ.

Tes psikotes kerja pertama yang sering dijumpai ialah tes intelligence quotient atau nilai kecerdasan seseorang. Tes ini umumnya terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan angka dan bahasa.

Tes IQ ini bertujuan mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan angka dan tata bahasa. Tidak cuma di dunia kerja, tes IQ juga sering ditemui di tingkat sekolah-sekolah.

2. Penalaran logika dan aritmatika.

Jenis tes psikotes kerja selanjutnya adalah penalaran logika dan aritmatika. Tes ini bertujuan menguji kemampuan analisa dan pemecahan masalah.

Umumnya, tes ini berisikan soal berupa pola gambar dan angka. Anda akan diminta untuk melanjutkan pola-pola tersebut.

Meski kadang terlihat mudah, banyak yang terjebak oleh psikotes jenis ini. Karena itu, ketelitian menjadi kunci yang utama.

3. Tes Wartegg.

Selanjutnya tes Wartegg. Nama tes ini diambil dari nama penemunya yang juga seorang psikolog asal Jerman Ehrig Wartegg. Seperti tes penalaran logika, tes ini juga mengukur kemampuan analisa seseorang.

Dalam tes Wartegg, soal berupa gambar dalam pola yang berbeda-beda dengan mengandung pola titik, garis lurus, garis melengkung, dan garis tidak beraturan.

Nanti Anda diminta untuk membuat sesuatu dari pola-pola tersebut. Setiap pola memiliki arti yang berbeda. Dalam tes ini yang dinilai ialah cara Anda dalam mengambil keputusan.

4. Tes analog verbal.

Tes psikotes kerja yang berikut ialah analog verbal berupa kemampuan verbal. Ciri dari tes ini ialah soal-soal yang berisikan dengan lawan kata/antonim dan persamaan kata/sinonim.

Tes ini bertujuan melihat kemampuan seseorang dalam tata bahasa. Porsi soal jenis ini dalam tes psikotes kerja cukup banyak, yakni bisa mencapai 40 soal.

Meski begitu, cara pengerjaan jenis tes ini sedikit lebih mudah ketimbah tes psikotes kerja lain. Yang terpenting ialah konsentrasi dan kemampuan kosa kata yang baik.

5. Psikotes spasial.

Selanjutnya psikotes spasial. Pada tes psikotes kerja yang satu ini, Anda akan diberikan soal yang berisikan bermacam bentuk mengenai bangun ruang dan diminta untuk memahami detail setiap bangun ruang tersebut.

Tes ini bertujuan mengukur kemampuan imajinasi yang Anda miliki.

Baca juga: Ini Pentingnya Tahu Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat Wawancara Kerja

6. Tes psikologi DAM (draw a man).

Jenis yang satu ini tidak selalu terdapat dalam tes psikotes kerja. Sesuai namanya, dalam tes ini, Anda diminta untuk menggambar seorang manusia.

Selanjutnya, Anda harus mendeskripsikan gambar tersebut mulai dari jenis kelamin, usia, hingga aktivitas yang dilakukan orang dalam gambar Anda tersebut. Tujuan tes ini yakni untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri seseorang, tanggung jawab, dan kestabilannya dalam pekerjaan.

7.Tes EPPS.

Psikotes kerja berikutnya ialah EPPS yang merupakan kependekan dari Edwars Personal Preference Schedule. Dalam tes jenis ini, Anda akan diminta menjawab pertanyaan yang memiliki dua opsi jawaban yakni A dan B.

Dalam tes ini, jawaban yang Anda pilih akan menggambarkan kepribadian Anda sendiri.

Dalam menjawabnya, pilihlah jawaban yang dirasa paling dekat dengan kepribadian Anda. Hindari untuk mengosongkan jawaban meskipun merasa dari dua pilihan yang tersedia tidak sesuai dengan kepribadian yang Anda miliki.

8. Tes pauli.

Selanjutnya yang merupakan tes psikotes kerja ialah tes pauli atau disebut juga tes kraepelin.

Dalam tes ini, bentuk soal yang diberikan berupa pola angka-angka yang telah ditambah, dikurang, dibagi, ataupun dikali dan disusun secara membujur dari atas ke bawah.

Anda diminta untuk menuliskan angka berikutnya setelah mengetahui susunan angka-angka tersebut. Tes ini ditujukan untuk mengetahui tingkat konsentrasi dan ketahanan, ketelitian, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara tepat.

9. Tes army alpha intelligence.

Tes psikotes kerja yang satu ini terdiri dari kombinasi deret angka dan deret bentuk. Biasanya, antara soal satu dengan lainnya saling berkaitan. Umumnya, fungsi tes ini untuk mengukur kemampuan daya tangkap dan kecepatan penerimaan instruksi atau perintah seseorang.

Contoh soal psikotes

1. Contoh soal tes kemampuan verbal.

a) Tes antonim.

Gegai

A. Petir
B. Sahih
C. Lemah
D. Kuat
E. Berhasil

Jawaban: D

Gegai berarti mudah lepas, tidak kuat, atau tidak kukuh. Antonim atau lawan kata dari gegai ialah kuat.

b) Tes sinonim.

Virulen

A. Jahat
B. Akomodatif
C. Virus
D. Manunggal
E. Maskulin

Jawaban: A

Virulen berarti beracun ganas, jahat, atau mematikan. Sinonim yang tepat ialah jahat.

2. Contoh soal psikotes Wartegg.

Dalam tes wartegg, kamu akan diberikan kertas yang berisi delapan kotak dengan pola berbeda-beda, mulai dari garis lengkung hingga sebuah titik. Untuk mengerjakannya, kamu perlu menggambar lanjutan pola-pola yang ada di soal dengan kreativitas kamu.

Berikut contoh soal psikotes wartegg.

Contoh tes wartegg, tes psikotes

Tips menggambar tes wartegg:

- Jangan menggambar sesuai urutan karena kamu akan dipandang sebagai orang yang kaku atau konservatif
- Gambarlah secara acak dan tidak berurutan agar kamu dipandang sebagai orang yang kreatif dan inovatif
- Jangan menggambar mulai dari nomor 5 jika kamu seorang laki-laki, karena bisa berpengaruh terhadap orientasi seksual kamu
- Cobalah untuk menggambar benda hidup untuk garis lengkung dan benda mati untuk garis lurus

3. Contoh soal psikotes Kraeplien / Pauli (Koran).

Tes psikotes pauli atau populer sebagai tes koran berisikan soal perhitungan sederhana. Tugas kamu dalam mengerjakan tes ini hanya menjumlahkan deretan angka-angka dari mulai 0-9 yang tersusun dengan vertikal.

Eits, jangan senang dulu karena angka-angka yang harus kamu jumlahkan ternyata cukup banyak, lo. Dalam mengerjakannya pun cukup melelahkan dan menguras konsentrasi karena banyaknya jumlah angka berderet yang harus kamu hitung.

Berikut contoh soalnya.

Tes koran, tes kraepelin

Tips menyelesaikan tes koran adalah kerjakan dengan tempomu sendiri dan tidak terpengaruh dengan cara pengerjaan orang lain.

Pasalnya, jika melihat orang lain, kamu akan panik dan tertekan dan tempo pengerjaanmu akan melambat.

4. Contoh soal psikotes logika aritmatika.

Bila kamu melamar posisi yang berhubungan dengan rumus, seperti data analyst, finance, atau software engineer pasti akan bertemu dengan soal psikotes logika aritmatika. Pasalnya, dalam tes tersebut, terdapat deretan angka yang harus kamu pahami polanya.

Deretan angka itu harus bisa kamu pecahkan lewat pembagian, perkalian, pengurangan, penjumlahan, pecahan angka, dan juga persentase.

Dilansir dari kitalulus.com, berikut merupakan contoh soalnya.

Contoh soal 1

Nilai 260% dari 1 ¾ adalah …

1. 2,45
2. 4,35
3. 4,55
4. 24,5
5. 455

Jawabannya: 4,55

Contoh soal 2

1, 6, 4, 11, 9, 16, 16, 21, …

1. 25
2. 26
3. 27
4. 29
5. 28

Jawabannya: 25

Contoh soal 3

1 24 20 16 12 = …

1. 10
2. 6
3. 8
4. 4
5. 2

Jawaban: 3. 8

Pembahasan: pada setiap angka harus dikurangi 4 dan jawaban yang benar yaitu 12-4 = 8.

Contoh Soal 4

2 3 6 10 20 24 = …

1. 48
2. 28
3. 30
4. 12
5. 32

Jawaban: 1. 48

Pembahasan: 3 (3×2=6); 6 (6+4=10); 10 (10×2=20); 20 (20+4=24). Terlihat polanya adalah n1x2 dan n2+4. Jadi, jawaban setelah 24 adalah 24×2=48.

Tips menjawab tes logika ini harus melihat keseluruhan deret angka dengan membaca polanya. Pola tersebut bisa berupa pengelompokan loncat, urutan, ataupun pengelompokan secara berurutan.

Selain itu, jangan terlalu fokus pada satu soal karena terlalu asyik untuk mengerjakannya. Ingat juga batasan waktu yang tersedia.

5. Contoh psikotes logika deret gambar.

Secara umum, tes ini memiliki konsep yang sama dengan tes logika aritmatika. Perbedaannya terletak pada penggunaan media gambar yang menggunakan 3 atau 2 dimensi.

Dalam mengerjakannya, kamu memerlukan konsentrasi yang tinggi dalam menangkap pola. Jangan lewatkan detail sekecil apa pun, seperti penempatan titik atau perputaran warna.

Berikut contoh soalnya.

Psikotes logika deret gambar

6. Contoh tes psikologi menggambar orang atau pohon.

Tes psikotes menggambar pohon dan manusia

Dalam mengerjakan tes ini, penguji akan menyuruh kamu untuk menggambar pohon di kertas ukuran A4. Untuk menggambarnya, tidak diperkenankan membuat pohon kelapa atau tumbuhan yang berukuran kecil, tetapi gambar pohon yang memiliki ranting.

Selain pohon, kamu bisa menggambar manusia. Gambarlah manusia seproposional mungkin dengan anggota tubuh yang lengkap dan komposisi wajah yang seimbang.

7. Contoh psikotes kerja Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).

Tes epps

Tes ini bertujuan mengetahui tipe kepribadian dan karakter kamu dengan detail. Adapun penilaian dari tes ini adalah konsistensi kamu dalam menjawab soal.

Dengan begitu, harapannya kamu bisa berusaha menjawab semua pertanyaan yang ada dalam soal tersebut, walaupun tidak sesuai dengan kepribadian.

Kemudian, mengingat akan ada banyak pertanyaan yang berulang, akan terdeteksi dengan mudah apakah kamu jujur atau tidak ketika menjawabnya.

8. Contoh soal psikologi Test Army Alpha Intelegence.

Tes ini memiliki bentuk deret angka dan deret bentuk yang terdiri atas 12 soal. Soal-soalnya sendiri memiliki kombinasi deret angka dan deret bentuk.

Fungsi dari tes ini untuk melihat sejauh mana kemampuan seseorang dalam memahami, menerima, dan menjalankan perintah atau instruksi secara cepat atau lambat. Untuk mengetahui contoh soal psikotes Test Army Alpha Intelegence, kamu bisa simak uraiannya di bawah ini.

Test army alpha intelegence

9. Contoh psikotes pengelompokan kata.

Pada tes pengelompokan kata, kamu diminta untuk memilih satu kata yang tidak sesuai dengan lainnya.

Contoh soal 1

1. EFEKTIF
2. EFFEKTIF
3. EFEKTIP
4. EPEKTIP
5. EVEKTIF

Jawabannya adalah EFEKTIF karena kata lainnya merupakan kumpulan kata yang tidak baku.

Contoh soal 2

1. BELA SUNGKAWA
2. HALAL BIHALAL
3. MATAHARI
4. BEA SISWA
5. DITEMUKAN

Jawabannya adalah: MATAHARI karena kata lainnya ditulis secara salah.

Dalam Tactical Police, nilai psikologi terwujud dalam skala 0-100 dan dibagi dalam empat kategori.

- 0-40: Kurang sekali
- 41-60: Kurang
- 61-80: Cukup
- 81-100: Baik

Dengan indikator tersebut, nilai psikologi yang akan dinyatakan lulus dan memenuhi syarat adalah 61 ke atas. (OL-14)

Baca Juga

MI/ Dwi Apriani

Stunting Akibat Kemiskinan Masih jadi Tugas Berat Pemerintah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:45 WIB
Kemiskinan dan stunting seperti dua sisi mata uang, jika angka kemiskinan tinggi tentu stunting juga akan ikut...
MI/Agus Utantoro

Kereta Panoramic akan Beroperasi Kembali pada Februari

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:23 WIB
Diketahui, kereta panoramic resmi berhenti beroperasi pada 9 Januari 2023 lalu, untuk proses evaluasi terhadap pola pengoperasian...
MI/HO

Tuan Guru Dorong Pembangunan Daerah Melalui Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 14:03 WIB
TUAN Guru dorong Majelis Taklim meningkatkan solidaritas dan menjaga ketahanan keluarga secara utuh dan solid yang berdampak pada mutu dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya