Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Itama Ranoraya(IRRA) mendukung penuh program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dijalankan pemerintah setiap tahun, Bersama Oneject, IRRA menyediakan Auto Disable Syringe (ADS) yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Selain itu, IRRA dan Oneject juga menyiapkan serangkaian program edukasi bagi para tenaga medis pelaksana imunisasi serta siswa dan orang tua target imunisasi agar program BIAN bisa berjalan baik dan lancar.
“Untuk program imunisasi anak sekolah, kami sudah siapkan produk ADS Oneject yang sesuai dengan standar imunisasi dari WHO dan spesifikasi dari Kementerian Kesehatan. Sesuai standar WHO, sudah tentu ADS Oneject memenuhi tingkat keamanan dan kenyamanan untuk anak-anak dan ukurannya juga tepat untuk anak,” jelas Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif.
Menurut Heru, ADS produksi Oneject (sister company IRRA) yang mereka sediakan untuk mendukung program BIAN, mempunyai fitur untuk melindungi anak dari penularan penyakit melalui jarum suntik karena alat tersebut hanya dapat digunakan 1 kali. Pasalnya, setelah penyuntikan, alat suntik itu akan otomatis terkunci dan jika pistonnya ditarik akan terlepas/patah seketika sehingga tidak bisa digunakan kembali.
Teknologi auto disable syringe tersebut telah mendapatkan sertifikasi dan pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO).
Heru menegaskan, sebagai produsen alat suntik yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60%, IRRA dan Oneject berkomitmen selalu mendukung berbagai program Pemerintah, termasuk BIAN, yang bertujuan untuk memberi perlindungan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.
Dalam program BIAN, IRRA dan Oneject juga ikut terjun langsung ke lapangan, termasuk dalam kegiatan imunisasi di sekolah yang menjadi target Dinas Kesehatan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) wilayah terkait.
Baca juga : Siloam Hospitals Gelar Simulasi Penanganan Bencana Gempa dan Kebakaran
Selain memberi pendampingan dalam proses vaksinasi, IRRA dan Oneject juga memberikan edukasi kepada para tenaga medis, terutama yang masih baru, agar lebih memahami cara penggunaan ADS yang benar, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan kepada anak yang akan diimunisasi dan orang tuanya. Kepada mereka diberikan edukasi terkait manfaat imunisasi yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dari berbagai penyakit seperti campak, difteri, rubella dan lain-lain. Proses edukasi sebelum pelaksanaan imunisasi tersebut diharapkan bisa menghilangkan keraguan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak dan orang tuanya.
Program pendampingan BIAN di berbagai sekolah merupakan program rutin tahunan IRRA dan Oneject yang sudah berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaksanaan program dilakukan di berbagai lokasi sasaran imunisasi, disesuaikan dengan jadwal yang diberikan oleh Puskesmas-Puskesmas setempat. IRRA dan Oneject juga menyediakan hadiah-hadiah kecil (gimmick) yang bermanfaat dan bisa menghibur para peserta BIAN.
Dalam program BIAN di SD Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, dr. Sasa Nabila dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma) Penjaringan menjelaskan, progam BIAN merupakan program imunisasi lanjutan kedua dari imunisasi dasar yang menyasar anak usia 6 tahun sampai 12 tahun. Program ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI).
Dalam lampiran dokumen yang dikeluarkan melalui Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/C/2317/2022 dijelaskan, BIAN merupakan upaya pemberian imunisasi yang dilaksanakan secara terintegrasi.
Sesuai petunjuk teknis BIAN yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, salah satu kegiatan BIAN adalah imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi sesuai dengan rekomendasi usia yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah dan dilakukan secara massal tanpa memandang status imunisasi. (RO/OL-7)
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
RATUSAN jarum suntik limbah media ditemukan di Pantai Legian Bali, Senin pagi (28/7/2025) oleh wisatawan
Metode sunat tanpa jarum suntik merupakan gagasan untuk mengatasi anak-anak yang trauma jarum suntik. Dengan begitu, tidak ada lagi faktor utama yang membuat anak untuk takut disunat.
Program Pemerintah itu bertujuan untuk memberi perlindungan kepada peserta didik dari ancaman penyakit campak, difteri, tetanus dan penyakit-penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi.
Otoritas-otoritas kesehatan nasional harus merencanakan kebutuhan mereka sejak awal untuk menghindari penimbunan, panic buying serta situasi semacamnya.
Kondisi ini harus diatasi dengan langkah-langkah luar biasa sehingga pesatnya permintaan atas produk-produk seperti alat suntik medis dapat terkendali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved