Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KESENJANGAN antara tuntutan peningkatan pendidikan berkualitas dan mutu guru harus segera dipersempit lewat perbaikan sejumlah kebijakan. Ini perlu dilakukan agar upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dapat konsisten direalisasikan.
"Perlu kerja keras semua pihak untuk mempersempit kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dan kualitas sumber daya yang kita miliki di sektor pendidikan nasional saat ini," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/11), dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November. Menurut Lestari, tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sungguh mulia yakni membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, berilmu, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Namun, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang mulia itu, saat ini belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendidik yang memadai. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tercatat jumlah guru di Indonesia sebanyak 3,31 juta orang pada tahun ajaran 2022/2023 yang mengajar di berbagai jenjang pendidikan (sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah lanjutan tingkat atas).
Sedangkan berdasarkan Laporan Proyeksi Penduduk Indonesia Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai 318,96 juta jiwa pada 2045. Dari jumlah tersebut, penduduk usia produktif diperkirakan 207,99 juta jiwa (65,2%) dan penduduk usia nonproduktif akan mencapai 110,9 juta jiwa (34,8%).
Mendominasinya penduduk usia produktif, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah, merupakan peluang sekaligus tantangan bagi bangsa ini. Kelompok usia produktif itu, menurut Rerie, harus mendapatkan pendidikan berkualitas untuk memperbesar peluang bangsa ini mendapatkan bonus demografi.
Karena itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut mengajak semua pihak untuk segera memutus simpul-simpul yang menghambat terwujudnya pendidikan berkualitas di Tanah Air. Salah satu hambatan sektor pendidikan yang harus segera diatasi, jelas dia, ialah upaya peningkatan kualitas dan pemerataan penyebaran guru. "Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan lewat perbaikan sistem, sejumlah kebijakan dan undang-undang, harus menjadi kepedulian bersama," ujarnya.
Harmonisasi kebijakan antarkementerian dan lembaga di tingkat pusat dan daerah yang menangani sektor pendidikan, tegas Rerie, harus segera dilakukan agar konsistensi upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas terus terjaga. Menurut Rerie, gerakan nasional dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas lewat peningkatan mutu guru yang berkelanjutan dan merata harus segera diwujudkan untuk mengakselerasi pencapaian bonus demografi yang kita harapkan. (OL-14)
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved