Minggu 20 November 2022, 16:05 WIB

Pakar: G20 Tegaskan Pentingnya Mitigasi Perubahan Iklim

Humaniora | Humaniora
Pakar: G20 Tegaskan Pentingnya Mitigasi Perubahan Iklim

MI/AGUNG SASTRO
Monumen G20 di Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali,Kamis (17/11/2022)

 

PAKAR hidrologi dan sumber daya air Universitas Jenderal Soedirman, Yanto PhD mengatakan pernyataan para pemimpin atau Leaders’ Declaration yang dihasilkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 menegaskan pentingnya mitigasi perubahan iklim.

"Para pemimpin G20 menyadari pentingnya dampak perubahan iklim terhadap perekonomian dunia," kata Yanto dihubungi dari Jakarta, Minggu (20/11).

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Unsoed itu menjelaskan komitmen tersebut dituangkan dalam rangka mempercepat penurunan laju kenaikan suhu bumi melalui kerja sama dalam bidang yang luas.

"Komitmen yang tertuang dalam deklarasi para pemimpin itu juga mencakup sektor pangan, energi dan keanekaragaman hayati," katanya.

Hal tersebut, kata dia, perlu diapresiasi sebagai bentuk komitmen para pemimpin terkait mitigasi perubahan iklim dan upaya peningkatan ketahanan iklim.

Baca juga: Haedar Nashir Resmi jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2022-2027

Baca juga: Jokowi Dinilai Merawat Kebudayaan Lewat Sektor Pendidikan

"Mitigasi perubahan iklim dalam cakupan yang luas menjadi hal yang sangat penting guna mendukung capaian tujuan agenda Sustainable Development Goals atau SDGs 2030," katanya.

Sementara itu, Yanto berharap pelaksanaan program terkait mitigasi perubahan iklim pada masa yang akan datang juga akan berfokus pada ketersediaan pasokan air dan akses terhadap air bersih.

"Mitigasi perubahan iklim pada sektor energi dan pangan juga perlu dibarengi dengan mitigasi di sektor air guna menciptakan keseimbangan sistem. Oleh karenanya, mitigasi perubahan iklim di sektor air merupakan hal yang sangat penting," katanya.

Dia juga mengingatkan mengenai pentingnya upaya mitigasi perubahan iklim dalam sektor kebencanaan atau upaya mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim.

"Sebagai contoh, rusaknya infrastruktur akibat kejadian bencana akan berdampak pada terganggunya aktivitas perekonomian karena bencana terbukti menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, dengan demikian upaya untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim menjadi hal yang sangat penting," katanya.

Sementara itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 mengesahkan pernyataan para pemimpin atau Leaders’ Declaration.

Beberapa kepala negara G20 menyepakati, antara lain perlunya menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral, menangani krisis ekonomi termasuk melalui kerja sama kebijakan makro internasional, mengupayakan ketahanan pangan dan energi, mengadopsi teknologi digital untuk mendorong inovasi dan lain sebagainya. (Ant/H-3)
 

Baca Juga

Ist

Sambut Tahun 2023, Grand Savero Hotel Bogor Sajikan 'Savero in Wonderland' Penuh Kejutan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:32 WIB
Dengan tajuk Savero in Wonderlond , tahun ini Grand Savero Hotel Bogor mengangkat tema negri dongeng yang di mana terinspirasi dari...
Ist

Social Chic Bandung 2022 Hadirkan Ekshibisi dan Festival Musik di Kota Kembang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:58 WIB
Festival and Exhibition Social Chic yang digelar pada 9-1 Desember 2022 di Secapa AD, Hegarmanah, Bandung, akan menghadirkan deretan...
DOK Sinar Mas Land.

Program Sekolah Berhati Binaan Sinar Mas Land Raih ISDA

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:47 WIB
Sinar Mas Land kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dalam ajang Indonesia Sustainable Deinarvelopment Goals Award (ISDA)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya