Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA saat berteriak di beberapa tempat, suara kita mengalami pengulangan. Hal ini disebut juga dengan gema.
Namun, sering kali kita tidak dapat membedakan antara gema dan gaung. Berikut perbedaannya.
Gema adalah pantulan suara atau bunyi yang datang kembali setelah sumber bunyi selesai sepenuhnya. Artinya, dalam gema, sumber bunyi akan sepenuhnya bersuara, lalu disusul pada pantulan bunyi.
Berbeda dengan gaung. Pantulan suara yang dihasilkan telah berbunyi atau bersuara sebelum sumber bunyi selesai bersuara sepenuhnya. Artinya, gaung tidak akan menunggu sumber bunyi untuk bersuara sepenuhnya. Pada saat sumber bunyi masih bersuara, pantulan telah keluar.
Gema terjadi ketika jarak sumber suara jauh dari penghalang gelombang suara. Dalam hal ini, jeda waktu yang diterima gema sebanding dengan jarak yang dibagi dengan kecepatan suara. Hal ini berbeda dengan gaung yang terjadi ketika jarak sumber suara lebih dekat dari penghalang gelombang suara.
Pada kasus gaung dan gema, jarak yang berada pada kedua kasus ini berbeda. Gema umumnya memiliki jarak pantulan yang jauh. Hal ini yang menyebabkan sumber bunyi bisa sepenuhnya selesai. Berbeda dengan gaung yang memiliki jarak lebih kecil, hal ini jugalah yang menciptakan waktu interval pantulan bunyi yang singkat.
Lebih lanjut, gaung menghasilkan bunyi yang kurang jelas. Hal ini disebabkan oleh antara sumber bunyi dan pantulan bunyi bertabrakan. Akibatnya, suara yang dihasilkan tidak jelas dan tidak gamblang.
Berbeda dengan gaung, pantulan suara pada gema akan berbunyi setelah sumber bunyi selesai sepenuhnya. Hal ini menciptakan suara yang lebih jelas dan lebih gamblang. (OL-14)
Sejumlah daerah di Indonesia memiliki motif dan teknik pembuatan yang berbeda-beda, misalnya tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur, Songket dari Sumatra, dan Tenun Baduy dari Banten.
Menurut Titi, menaikkan atau menurunkan ambang batas bukan hanya tidak rasional, tetapi juga berpotensi memperdalam ketidakadilan representasi politik.
Suara yang sangat keras tidak hanya mengganggu telinga; paparan kebisingan di atas batas aman dapat merusak pendengaran secara permanen.
Penutupan kegiatan Wonder Voice of Indonesia sekaligus menjadi momentum lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
Kemampuan utama seorang pengisi suara ada pada teknik dalam membawakan naskah agar terdengar hidup dan dapat menyampaikan pesan dengan tepat.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
NasDem perlu memperluas basis dukungan di Jawa, menyasar pemilih kelas menengah bawah, dan menjangkau generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved