Senin 14 November 2022, 21:43 WIB

Bangun Masa Depan Bersama dengan Aktifkan Potensi Diri dan Sosial

mediaindonesia.com | Humaniora
Bangun Masa Depan Bersama dengan Aktifkan Potensi Diri dan Sosial

Ist
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi pengantar singkat dalam pemaparan Dr Otto Scharmer di Bali, Senin (14/11).

 

AKTIFKAN potensi diri dan sosial untuk menata peradaban baru yang harmoni dan inklusif dengan orientasi membangun masa depan bersama.

"Untuk mengaktifkan kembali potensi diri dan potensi sosial dibutuhkan upaya menyelami diri, menyelami kedalaman relasi sosial, menanam kesadaran dan pengetahuan yang memungkinkan manusia menata diri, menata kehidupan sosial dan menata peradaban baru yang harmoni, inklusif dengan orientasi masa depan bersama," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memoderatori diskusi dan memberi pengantar singkat untuk membuka pemaparan Dr Otto Scharmer bertema Activating the Social Field for Our Common Future pada Tri Hita Karana Forum di Kampus United in Diversity (UID) Bali, Senin (14/11).

Dr Otto Scharmer adalah pakar sistem dan manajemen, penemu, dan pengembang U-Theory, co-founder Presencing Institute, pengajar senior pada Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Menurut Lestari, yang juga doktor di bidang ilmu manajemen dari Universitas Pelita Harapan itu, situasi kini penuh dengan ketidakpastian dengan ragam katastrofe dan tantangan, terkadang bahkan sering kita tidak dapat menyelesaikan bermacam persoalan penting dalam kehidupan.

"Penguatan diri dengan segala kelebihan dan kekurangan adalah keharusan dalam menghadapi ketidakpastian saat ini," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.


Baca juga: Gandeng World Vision, Sun Life Kenalkan Program Aktivitas Fisik BOKS


Tindakan manusia, jelas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, senantiasa bersumber dari pengetahuan pada diri sendiri dan orang lain, serta pengetahuan akan seluruh diri itu membentuk karakter.

Upaya berbagi informasi, ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan salah satu cara penyampaian tentang sesuatu yang diketahui untuk mereduksi knowing-doing gap.

Otto Scharmer menyebut salah satu akar masalah yang kita hadapi saat ini adalah adanya kesenjangan antara apa yang diketahui dan apa yang harus dilakukan (knowing-doing gap).

Sehingga, jelas Rerie, yang dibutuhkan setiap individu adalah pengetahuan terkait tentang apa yang diketahui dan apa yang ingin diciptakan.

Menurut Rerie, upaya bersama perlu dilakukan dengan visi  masa depan bersumber dari konsep dan metode tepat, belajar dari setiap peristiwa
terkini agar mampu mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik.

Dalam upaya bersama itu, tambahnya, setiap individu dan komunitas menanam inisiatif baik, membiarkan setiap bibit bertumbuh dari
inner source masing-masing untuk membentuk sebuah peradaban yang lebih manusiawi. (RO/OL-16)

 

Baca Juga

Dok Plan International Indonesia

Plan Indonesia Beri Dukungan Psikososial untuk Anak Korban Gempa Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 10:25 WIB
Tim Tanggap Darurat Yayasan Plan International Indonesia memberikan dukungan psikososial (psychosocial support) bagi anak-anak terdampak...
doyanblog.com

Catat, Ini Rumus Luas Trapesium

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 29 November 2022, 10:19 WIB
Trapesium adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang dua di antaranya saling sejajar namun tidak sama...
MI/RAMDANI

Ini Situs dan Aplikasi Kalkulator Kehamilan untuk Prediksi Hari Persalinan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Selasa 29 November 2022, 10:00 WIB
Menghitung usia kehamilan untuk mempersiapkan kelahiran adalah hal yang penting. Usia kehamilan juga dapat dijadikan sebagai acuan prediksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya