Senin 14 November 2022, 10:20 WIB

Menkes Ajak Sektor Swasta Berpartisipasi dalam Dana Pandemi

Dinda Shabrina | Humaniora
Menkes Ajak Sektor Swasta Berpartisipasi dalam Dana Pandemi

ANTARA/ Aditya Pradana Putra
SUMMIT MINISTERIAL TALK B20: Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) menyampaikan paparan dalam Summit Ministerial Talk di Nusa Dua, Bali

 

DANA pandemi menjadi upaya global untuk meningkatkan kapasitas pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) pandemi sehingga jumlahnya butuh bercukupan dan berkelanjutan. Untuk itu Kementerian Kesehatan mengajak sektor swasta dapat menjadikan peluang untuk ikut berkontribusi lebih banyak.

“Sektor swasta berperan penting dalam keberhasilan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Mayoritas anggota G20, negara yang diundang, dan sejumlah sektor swasta telah berkomitmen untuk berkontribusi pada pandemic fund,” ujar Menteri Kesehatan  Budi Gunadi Sadikin pada diskusi panel Kolaborasi pemerintah dan sektor bisnis untuk kesejahteraan dan kemakmuran global, Minggu (13/11) di Bali.

Total dana pandemi yang berhasil dikumpulkan oleh para pendonor telah mencapai US$1,4 miliar. Sektor swasta diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar, bersama dengan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan masyarakat, dalam memperkuat keamanan kesehatan global. “Kami siap dan senang menyambut keterlibatan yang lebih besar dari sektor swasta dalam inisiatif global ini,” ucap Menkes Budi.

Sebagaimana dibahas dalam pertemuan Menteri Kesehatan (HMM) G20 pada 27-28 Oktober 2022 tentang Memperluas Pusat Manufaktur dan Riset Global untuk PPR Pandemi, akan dilakukan identifikasi kesenjangan kapasitas, dan mengeksplorasi model kolaboratif baru.

Industri memiliki peran penting dalam inovasi teknologi dan manufaktur untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Pengembangan vaksin covid-19 di masa pandemi tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan industri.

Perlu dipastikan bahwa hambatan utama yang mengakibatkan ketidakadilan dalam mengakses layanan kesehatan perlu segera diatasi, seperti kelangkaan penanggulangan medis, tidak hanya dengan membuka akses, tetapi juga berkoordinasi dengan organisasi internasional yang relevan dalam meningkatkan kapasitas produksi lokal.

Pertemuan B20 adalah forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global. B20 bertujuan untuk memberikan kebijakan yang dapat ditindaklanjuti rekomendasinya oleh masing-masing kepresidenan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. (H-1)

Baca Juga

Dok. Universitas Prasetiya Mulya

Program Wirausaha Merdeka di Universitas Prasetiya Mulya Lahirkan 330 Calon Pengusaha Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 16:27 WIB
Program Wirausaha Merdeka di kampusnya yang diberi nama Inkubasi Calon Wirausaha Inovatif Berorientasi Teknologi...
MI/ Amir MR

AMAN: RUU KSDHAE Belum Mengakomodir Hak Masyarakat Adat

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:05 WIB
RUU KSDHAE berpotensi menghilangkan asal-usul masyarakat adat dalam mengelola, melindungi dan mengimplementasikan hukum adat di wilayah...
Antara

Imigrasi Pastikan KUHP Baru tidak Pengaruhi Kedatangan WNA

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:58 WIB
Pernyataan Ditjen Imigrasi Kemenkumham mengutip data kedatangan WNA melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Laut, Udara dan Darat periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya