Selasa 01 November 2022, 19:50 WIB

Sambangi Badan POM, Muhadjir: Uji Cemaran Obat Sirop Bisa Jadi Alat Bukti

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Sambangi Badan POM, Muhadjir: Uji Cemaran Obat Sirop Bisa Jadi Alat Bukti

ANTARA
Pegawai minimarket mengumpulkan sejumlah obat sirup yang mengandung paracetamol.

 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyambangi kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), kemarin (31/10) untuk mengecek langsung pengujian obat sirop yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

"Saya tadi melihat langsung proses pengujian di laboratorium Badan POM terhadap beberapa obat terutama sirop yang diduga kuat mengandung EG dan EDG,” kata Muhadjir dalam keterangannya, Senin (31/10) kemarin.

Baca juga: Tebak Tebakan Lucu, Receh, Gombal, dan Romantis

Ia menyebut, kasus obat yang mengandung bahan pelarut yang melebihi ambang batas harus ditindaklanjuti, apakah merupakan cemaran atau ada kesengajaan.

“Karena sejak dari sana bahan penolong ini cukup tinggi dosisnya. Secara detail tadi dapat informasi dari lab, itu kandungannya bisa dilihat berapa ambang batas minimumnya," ujarnya.

Hal ini menurutnya bisa dijadikan dasar dan alat bukti untuk menjelaskan siapa yang bisa dikenakan tindak pidana. Dirinya yakin langkah Badan POM sudah tepat, terukur dan sistemis untuk memastikan siapa yang salah dan siapa yang terimbas pengaruh akibat kasus ini.

Menko PMK berharap kasus ini segera terbuka, agar para pelaku usaha industri yang terkena imbas penahanan produk terutama yang sudah baik dan patuh, bisa segera dipulihkan kembali.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir turut mengapresiasi kerja Badan POM dalam menangani obat-obat sirop yang bermasalah. BPOM kerja 24 jam nonstop.

"Kerja Badan POM sudah bagus. Mereka bekerja 24 jam nonstop," ungkap Muhadjir.

Sebelumnya, Badan POM telah resmi melarang penggunaan obat sirop dengan zat pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, hingga gliserin atau gliserol. Sehingga, obat sirop yang memakai pelarut di luar keempat zat tersebut diperbolehkan dikonsumsi.

Hal ini sekaligus merespons temuan kasus gangguan ginjal akut di Indonesia yang dicurigai akibat keracunan kandungan dalam obat sirop.

"Sesuai dengan tugasnya Badan POM sudah menyesuaikan pengujian dengan jumlah obat yang diberikan Kemenkes mana yang aman dan mana yang tidak aman sudah kita teliti," kata Kepala BPOM Penny Lukito.

"Nanti akan kita telusuri dari hulu ke hilir sistem jaminan keamanan dan mutu obat, termasuk nanti ada instruksi cara produksi obat yang baik, izin edar dan lainnya," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok. BKKBN

BKKBN dan TNI AD Gelar Pelatihan Optimalkan Peran Babinsa dalam Penurunan Stunting

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:39 WIB
Program Bapak Asuh Anak Stunting yang pertama kali dimulai dari Pak Kasad memberikan pengaruh besar kepada jajaran di...
Dok. BWI

Rakornas BWI Optimalkan Potensi Wakaf Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:34 WIB
Belum lagi tumbuhnya Gerakan berwakaf dari kelompok masyarakat seperti ASN, karyawan swasta, akademisi dan pelajar, intinya literasi wakaf...
Ist

Tren Peminat Program Studi Ilmu Komunikasi Meningkat di Jabodetabek

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:52 WIB
Anggota pengurus yang dilantik sebanyak 120 orang yang merupakan pengelola program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus yang berada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya