Selasa 25 Oktober 2022, 18:55 WIB

Kejar Nol Emisi, Target NDC Indonesia Naik

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Kejar Nol Emisi, Target NDC Indonesia Naik

ANTARA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 

INDONESIA menaikkan target pengurangan emisi karbon dalam Nationally Determined Contribution (NDC) menjadi 31,89% dengan upaya sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional di 2030. Penaikan ini untuk mengejar ambisi nol emisi karbon di 2060 atau lebih cepat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Special Event Road to G20 by HIMPUNI dengan tema "Guarding Energy Transition in Indonesia and Beyond: High Level Policy Discussion on Promoting Investment, Financing and Development of Renewable and Green Eenergy" yang dikutip dari siaran pers, Selasa (25/10).

Baca juga: YLKI Minta Presiden Evaluasi Kinerja Badan POM

"Transisi energi harus adil, terjangkau, dan dapat diakses oleh semua orang. Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat dan target tersebut tidak boleh tergelincir," ujarnya.

Airlangga menambahkan, sejalan dengan rencana transisi energi bersih, sektor industri perlu inovatif dalam akuisisi teknologi dan investasi. Dengan investasi dan teknologi yang tepat, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghindari kelaparan, anomali cuaca, serta tenggelamnya pulau di Indonesia maupun di Pasifik.

Pemerintah, lanjut dia, menyadari energi mendorong perekonomian dan oleh karena itu, transisi energi harus fokus pada pengurangan intensitas karbon dan memberi manfaat bagi setiap rumah tangga.

Karenanya pemerintah menyiapkan beberapa skema, termasuk di bidang carbon pricing dan carbon trading. Selain itu, investasi hijau juga terbukti lebih menarik baik di pasar modal maupun branding publik. 

Dengan meminimalkan penggunaan plastik dan digantikan dengan bahan organik, perlahan akan mengubah pola pikir dan masyarakat akan mempertahankan kehidupan yang bersih, hijau, dan lebih berkelanjutan.

Bidang lain yang sedang gencar digalakkan pemerintah adalah penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). "Kita ingin memimpin dengan memberi contoh. Untuk itu, Indonesia terus mempromosikan ekosistem EV karena kebijakan ini diharapkan akan menjadi kunci revolusi masa depan," terang Airlangga. 

Selain itu, KTT G20 di Bali akan menjadi saksi komitmen kuat Indonesia untuk mengatasi masalah iklim dengan membatasi akses kendaraan konvensional dan menyediakan lebih banyak akses kendaraan listrik.

"Hanya ada satu kunci untuk memastikan keberhasilan transisi energi, yaitu kerja sama dan kemitraan. Publik, swasta, dan Badan Usaha Milik Negara harus memiliki andil dalam proyek ini," pungkas Airlangga. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Kemenparekraf

Komitmen Kolaborasi Pelaku Pariwisata Wilayah Borobudur-Yogya-Prambanan dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:47 WIB
Sebanyak 20 orang perwakilan desa wisata yang merupakan local champion dari Kabupaten/Kota Magelang, Sleman, Klaten, dan Yogyakarta...
Dok. BSBK

Kemenkes Persiapkan Fasilitas Kesehatan di IKN

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:46 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mempersiapkan fasilitas kesehatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya rumah sakit tetapi juga di...
Dok. Sinotif

Bikin Belajar Makin Efektif, Sinotif Usung Pembelajaran Online dengan Cita Rasa Tatap Muka

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:41 WIB
Banyak anak yang ternyata lebih nyaman dan tidak cemas ketika harus belajar dari rumah saat pandemi baik dari sektor pendidikan formal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya