Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINJAK usia lanjut, pada umumnya tingkat produktivitas kerja seseorang akan menurun seiring dengan melemahnya fungsi organ tubuh. Di samping itu, mereka yang berada pada fase ini juga kerap rentan terhadap ragam penyakit kronik, salah satunya osteoarthritis (OA) atau yang lebih dikenal dengan sebutan nyeri sendi. Penyakit ini timbul akibat kerusakan jaringan tulang rawan yang melapisi tulang, sehingga tulang saling berbenturan ketika digerakkan. Penyakit ini paling sering terjadi pada sendi-sendi lutut, pinggul, tulang punggung, dan jari tangan.
Meski penyakit nyeri sendi dapat dialami oleh semua golongan usia, termasuk remaja dan anak-anak. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh orang dengan usia di atas 50 tahun. Berdasarkan data WHO, sebanyak 50 juta orang-orang dewasa terkena nyeri sendi. Adapun menurut data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia masih cukup tinggi yakni sekitar 7,3% dan diprediksikan terus bertambah.
Nyeri sendi lebih rentan dialami oleh wanita dibanding pria dan penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yakni obesitas (kelebihan berat badan), riwayat cedera pada sendi, faktor genetik, faktor usia, faktor autoimun, faktor hormonal, dan kurang nutrisi sendi. Apabila tidak segera mendapat penanganan secara tepat, nyeri sendi tidak hanya mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Namun jika dibiarkan dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kelumpuhan.
Untuk itu, penting kiranya melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan gizi seimbang guna menjaga kesehatan sendi. Namun bagi yang sudah telanjur mengalami penyakit ini, disarankan untuk mengonsumsi glukosamin yang berfungsi merangsang pembentukan cairan sinovial (pelumas sendi) dan kondroitin untuk membantu menarik air dan nutrisi ke dalam tulang rawan agar tetap kenyal dan sehat serta merangsang perbaikan tulang rawan dan menghambat enzim yang mendegradasi tulang rawan.
Glukosamin dan kondroitin dapat ditemukan dalam suplemen kesehatan, salah satunya Viostin. Suplemen nutrisi sendi ini menstimulasi pembentukan tulang rawan sendi dan mengurangi peradangan sehingga rasa nyeri sendi berkurang. Selain dua kandungan utama tersebut, Viostin dikombinasikan dengan mangan yang berperan dalam proses pengikatan glukosamin pada glikosaminoglikan, magnesium untuk relaksasi otot sehingga dapat mencegah kram otot, vitamin C dan Zinc yang merupakan antioksidan sehingga membantu proses pembentukan kolagen dan jaringan.
Selain bersertifikasi BPOM dan Halal, Viostin memiliki kandungan yang lengkap serta memberikan efek yang lebih cepat karena mengandung kondroitin dari sapi dengan ukuran molekulnya lebih kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, Viostin aman dikonsumsi jangka panjang karena tidak mengandung obat anti nyeri atau analgetik. Adapun untuk mendapatkan manfaat yang optimal, penderita nyeri sendi perlu mengonsumsi Viostin secara rutin 3x1 kaplet per hari.
Viostin tersedia dalam dua jenis kemasan, yaitu boks isi 6 strip @ 5 kaplet dan boks isi 10 catchcover @ 5 kaplet. Adapun jika kondisi sudah membaik dapat dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan satu kali sehari satu kaplet. (RO/OL-14)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved