Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANI gaya hidup sehat sejak muda adalah salah satu cara 'menabung tulang' demi mencegah osteoporosis di usia senja. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Lily Indriani Octovia.
"Kalau 'tabungan tulang' banyak, kita akan tercegah dari osteoporosis," kata Lily, dikutip Jumat (21/10).
Masyarakat sejak remaja hingga yang usianya masih di bawah 30 tahun harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk 'menabung' cadangan tulang dengan gaya hidup sehat seperti latihan fisik teratur dan mengonsumsi nutrisi baik untuk tubuh.
Baca juga: Kunci Kesehatan Tulang, Sendi, Otot untuk Cegah Osteoporosis
Setelah menginjak kepala tiga, secara alami massa tulang akan menurun seiring dengan pertambahan usia. Ketika 'tabungan tulang' banyak, maka tulang akan tetap kuat ketika usia sudah berlanjut.
Olahraga yang meliputi angkat beban, latihan resistensi, serta latihan keseimbangan bisa dimasukkan ke dalam agenda rutin demi menjaga kesehatan tulang.
Lily mengatakan asupan makanan yang mengandung kalsium seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, dan susu serta protein juga penting untuk dikonsumsi. Begitu juga vitamin D yang bersumber dari cahaya matahari.
"Berjemur seminggu tiga kali, di Indonesia rentang amannya jam sembilan pagi," jelas dia.
Durasinya cukup 10 menit untuk pemilik tubuh ideal dan bukan lansia, tapi orang yang kegemukan disarankan untuk memperpanjang durasinya menjadi 20 menit. Ketika berjemur, lindungi wajah dengan tabir surya atau topi.
"Yang dipaparkan matahari itu badan dan tangan," katanya.
Bila asupan kalsium, protein, dan vitamin D kurang optimal, Lily menyarankan untuk segera mengecek kesehatan tulang. Bila tidak ada masalah, pengecekan bisa diulangi lagi tahun berikutnya.
Bila ditemukan masalah tulang, segera cegah dengan perawatan untuk mencegah masalah lebih parah. Bila terlambat didiagnosa, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, utamanya tulang penjaga badan seperti tulang panggul dan tulang belakang.
Dia berpesan kepada masyarakat untuk menjalani hidup sehat dan tidak minum alkohol serta hindari merokok untuk kesehatan tulang. (Ant/OL-1)
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved